Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

RT 5 Opas Indah Masuk Zona Merah Covid-10 di Pangkalpinang, Camat Taman Sari Sebut Ada Parameter

Camat Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Ralan Hafizh menyebut, ada beberapa parameter.

Penulis: Magang1 | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Camat Taman Sari, Raelan Hafizh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Camat Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Ralan Hafizh menyebut, ada beberapa parameter yang digunakan untuk menetapkan suatu rukun tetangga (RT) masuk kategori zona merah Covid-19.

Menurutnya, ditetapkannya RT 5 Kelurahan Opas Indah menjadi zona merah disebabkan ada beberapa warga di daerah tersebut yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19.

"Ada tujuh orang di RT 5 yang menjalani isolasi mandiri. Kalau didata mereka isolasi sejak tanggal 12 Juli dan 15 Juli nanti berakhir. Mungkin karena baru ketahuan positif Covid-19," kata dia di Pangkalpinang, Selasa (13/7/2021).

Dikatakan Raelan, terkait penetapan zona merah di RT 5 Kelurahan Opas Indah merupakan kewenangan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang

Namun menurutnya, berdasarkan data dari Puskesmas Taman Sari hanya ada dua Kelurahan di wilayahnya yang masuk ke dalam kategori zona merah, yakni Kelurahan Batin Tikal dan Kelurahan Gedung Nasional.

"Zona merah itu artinya bukan ratusan orang yang terpapar, tetapi ada kategorinya. Tiga orang terpapar Covid-19 di satu RT itu sudah ditetapkan zona kuning. Kalau lima orang lebih itu sudah zona merah dan perlu pengawasan intens. Apalagi masyarakat di Kelurahan Opas Indah sekitar 4 ribu jiwa lebih," jelas Raelan.

Sementara itu, sebut Raelan, untuk penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat di wilayahnya hal itu belum akan dilakukan. Mengingat PPKM darurat hanya akan menimbulkan permasalahan baru.

Namun pihaknya akan lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Pada rapat kemarin pak wali kota jelas tidak menetapkan PPKM, tetapi memperkuat pemahaman masyarakat tentang protokol kesehatan. Mungkin dalam waktu dekat akan ada namanya sosialisasi humanis kepada masyarakat. PPKM itu opsi terakhir," kata Raelan.

Sementara itu, untuk pengawasan pasien isolasi juga akan terus ditingkatkan agar tak berinteraksi dengan masyarakat lain.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved