Breaking News:

Transformasi Korporasi, KBI Fokus Gaungkan Digitalisasi dan Inovasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mendorong perusahaan BUMN untuk menjadikan digitalisasi dan inovasi sebagai pondasi.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/KBI
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mendorong perusahaan BUMN untuk menjadikan digitalisasi dan inovasi sebagai pondasi dalam menghadapi persaingan. 

Kementerian BUMN mengkhawatirkan BUMN dapat mati karena tidak mampu melakukan digitalisasi.

Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen Universitas Indonesia mengatakan, Toto Pranoto mengatakan  disrupsi teknologi tidak bisa dihindari.

Sehingga mau tidak mau BUMN harus melakukan langkah adaptasi serta transformasi menuju digitalisasi. 

"Sebagian BUMN saya kira sudah adaptasi dengan perubahan radikal akibat disrupsi teknologi tersebut. Artinya mereka memang sudah mengaplikasikan digital age dalam operasional perusahaan, serta people mindset dalam organisasi. Namun demikian, dari proses digitalisasi tersebut yang lebih penting adalah adanya transformasi budaya di BUMN untuk menuju perusahaan negara yang memiliki digital mindset dan budaya yang kuat," ungkap Toto dalam rilis kepada bangkapos.com, Selasa (13/07/2021).

Beberapa BUMN pun telah melakukan proses digitalisasi bisnis, salah satunya adalah PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). 

BUMN yang memiliki lini bisnis sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi dan Pasar Fisik, serta Pusat Registrasi Resi Gudang ini telah menjalankan digitalisasi sejak beberapa waktu yang lalu.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan bagi PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), digitalisasi tentunya menjadi salah satu fokus dalam proses transformasi korporasi. 

"Karena kita tahu, gelombang disrupsi teknologi hanya bisa kita hadapi dengan transformasi dan digitalisasi. Pola kehidupan masyarakat sudah berubah kearah digital. Terkait digitalisasi ini, KBI sudah menyiapkan road map jangka panjang, yang kedepan diharapkan KBI akan bertransformasi dari perusahaan kliring yang menggunakan teknologi digital, menjadi perusahaan digital yang memiliki lisensi kliring," kata Fajar.

Lebih lanjut, ia menambahkan yang menjadi tantangan KBI bukan hanya digitalisasi dalam proses bisnisnya, bukan ke perangkat digitalnya, namun juga ke bagaimana karyawan memiliki mindset digital. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved