Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Audiensi Bersama PT SNS, Warga Minta Perusahaan Kembalikan Lahan yang Diserobot

Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali memfasilitasi audiensi yang dilakukan oleh perwakilan empat desa di Lepar Pongok yaitu Desa

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Audiensi antara masyarakat Kecamatan Lepar Pongok dan PT SNS yang difasilitasi oleh Pemerintah Bangka Selatan di Ruang Rapat Gunung Namak pada Rabu (14/7/2021).(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali memfasilitasi audiensi yang dilakukan oleh perwakilan empat desa di Lepar Pongok yaitu Desa Penutuk, Tanjung Labu, Tanjung Sangkar dan Desa Kumbung bersama PT Swakarya Nusa Sentosa (SNS) di Ruang Rapat Gunung Namak pada Rabu (14/7/2021).

Audiensi ini dimoderatori langsung oleh Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid dan disaksikan langsung oleh Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI, M. Jangkung, Dandim 0413/Bangka, Kolonel Inf. Pujud Sudarmanto serta Dirreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Haryo Sugihartono serta unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan dan perwakilan masyarakat Kecamatan Lepar Pongok.

Dalam audiensi ini, masyarakat empat desa menginginkan agar PT SNS tidak menggarap dan mengelola lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan yang saat ini telah digarap.

Tak hanya itu, PT SNS juga diminta untuk mengembalikan lahan yang telah diserobot dari masyarakat.

Bahkan dalam kesempatan ini, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mencoba untuk menengahi dan memberikan masukan ataupun solusi kepada PT SNS agar lahan yang belum dikelola diperbolehkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Namun demikian, PT SNS sontak menolak usulan dari masyarakat dari empat desa di Kecamatan Lepar Pongok karena   menurut PT SNS, pihaknya tidak menggarap namun diberikan hak oleh negara melalui HGU Nomor 5/2021.

"Kami tidak menggarap, kami diberikan hak oleh negara yang legal dengan total HGU seluas 8.119,25 hektar," ujar Panca, perwakilan PT SNS.

Tak hanya itu, Panca juga menyebutkan jika pihaknya tidak pernah menyerobot lahan, namun lahan yang dikelola oleh PT SNS merupakan lahan yang sah.

"PT SNS tidak pernah menyerobot lahan, kalau memang benar silahkan lakukan upaya hukum," tegasnya.

Pihaknya lanjut Panca akan terus membuka ruang dan terus bersinergi baik kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah setempat. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved