Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Pangkalpinang Tembus 234 Orang, Begini Tanggapan Rio

Kasus Covid-19 di Pangkalpinang terus mengalami peningkatan. Kemarin, Selasa (13/7) jumlah orang terpapar Corona di Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung

Penulis: Magang1 | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pasien Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kasus Covid-19 di Pangkalpinang terus mengalami peningkatan. Kemarin, Selasa (13/7) jumlah orang terpapar Corona di Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung tembus 234 orang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Rio Setiady menyebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang harus siap dengan situasi buruk yang mungkin terjadi dengan peningkatan kasus ini.

Selain itu, ia juga mendesak agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang untuk secara gamblang dan jelas melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita perlu antisipasi, bila situasi berubah semakin mendekati pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM-red) darurat, pemerintah kota harus siap dengan segala kemungkinan terburuk," kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (14/7/2021).

Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, bertambahnya kasus baru ini dikarenakan tingginya tingkat tracking dan tes swab kepada masyarakat.

Ini juga bisa menjadi lampu kuning bahwa masyarakat harus memperketat penerapan protokol kesehatan.

"Kita harus menguatkan iman, imun dan aman dengan selalu menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," jelas Rio.

Saat ini, kata Rio, langkah yang sudah diambil oleh Pemkot Pangkalpinang juga sudah tepat dengan membatasi kerumunan di Alun-alun Taman Merdeka (ATM), menggalang gerakan membantu pasien yang sedang isolasi mandiri serta menggencarkan vaksinasi di Puskesmas.

Sedangkan untuk pembelajaran tatap muka juga harus dipertimbangkan secara  matang.

"Kita meminta pemerintah kota untuk semakin memperketat protokol kesehatan dan membatasi kerumunan, seperti pembelajaran tatap muka ini pun harus betul diperhatikan jangan sampai memunculkan klaster baru," kata Rio.

Lebih lanjut, yang paling penting dalam menangani Pandemi Covid-19 ini adalah setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki prosedur yang baik.

"Paling penting adalah kesiapan kita dalam menangani pasien baik itu di Puskesmas maupun rumah sakit, dan jika pun harus isolasi mandiri di rumah dinas kesehatan sudah memiliki prosedur sehingga tidak ada pasien yang sedang isoman di rumah terbengkalai dan justru semakin memperparah sakitnya. Supaya orang yang kemungkinan terjangkit Virus Corona dapat diantisipasi agar tidak menyebar ke lingkungan yang lain," tegasnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved