Breaking News:

Berita Kriminal

Dua Oknum CPNS Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat Test Antigen, Tunggu Proses Hukum  

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu menyesalkan adanya dugaan dua o

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kedua tersangka HP dan RJ saat ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Bangka Barat akibat dugaan pemalsuan surat test antigen. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu menyesalkan adanya dugaan dua oknum CPNS Bangka Barat yang terlibat pemalsuan surat test antigen.

Sebelumnya diketahui Polres Bangka Barat telah menetapkan dua tersangka yakni HP (33) dan RJ (36), usai diduga mencatut nama dokter RSUD Sejiran Setason dalam pemalsuan tersebut.

"Saya selaku kepala BKD menyesalkanlah hal seperti ini terjadi karena di luar pengetahuan kita, informasi kita dapat dari tim gugus tugas Covid-19 di Pelabuhan bahwa ada CPNS yang memalsukan itu," ujar Antoni, Rabu (14/07/2021).

Lebih lanjut Antoni mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polres Bangka Barat, untuk melihat sejauh mana peran kedua tersangka tersebut.

"Sekarang kita juga mau ke kepolisian, maksudnya mau mengetahui mereka ini statusnya gimana. Apakah ditahan atau gimana, pihak kepolisian lah seperti apa status mereka ini, setelah penutupan latsar ini lah baru ke kepolisian," katanya.

"Mereka ini ada yang sebagian sudah selesai mengikuti latihan kepemimpinan dasar, ada juga yang masih dalam penyelesaian latsarnya. Setelah itu baru pengumuman kelulusan mereka, sebenernya tinggal seminar," tambahnya.

Selain itu untuk tindakan atau sanksi yang akan diberikan, masih menunggu proses hukum terhadap kedua tersangka yang kini masih terus berjalan.

"Kita kasusnya masih CPNS, nanti kita lihat aturan dan mekanisme lah hukuman yang akan diberikan kepada dia. Kita akan membentuk tim lah, terkait masalah hukum yang akan diberikan kepada mereka. Kita tidak bisa berandai-andai lah, kita menurut aturan saja karena mereka masih CPNS," jelasnya.

Sementara itu kedua tersangka dari keterangan Polres Bangka Barat, diketahui memiliki peran berbeda-beda dalam membuat surat test antigen yang diduga palsu tersebut.

Untuk HP diketahui berperan untuk membuat atau mengetik surat dan menggunakannya, sedangkan RJ berperan menandatangani surat dan membuat stempel atas nama RSUD Sejiran Setason.

"Kalau pun memungkinkan kita koordinasi dan konsultasi juga ke BKN (Badan Kepegawaian Negara), misalnya meminta masukan yang tepat jangan sampai salah kita salam membuat keputusan. Kita rapat dulu dengan tim di BKD, kalau ada hal-hal yang meragukan baru kita konsultasi ke BKN," ucapnya.

Sebelumnya diketahui kejadian bermula dari diamankannya HP pada Rabu (07/07/2021), setelah HP hendak berangkat dari Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Pelabuhan Tanjung Api-api. 

Aksi HP diketahui petugas yang sempat curiga terhadap surat yang diduga antigen palsu, lantaran isi Kop surat yang dikeluarkan dari RSUD Sejiran Setason tidak berwarna. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved