Breaking News:

Human Interest Story

Kenangan Sang Suami Terhadap Sosok Ayu Ariani, Nakes Bangka Barat yang Meninggal akibat Covid-19

Suasana duka kini masih menyelimuti keluarga Ayu Aryani (42), selepas kepergiannya akibat meninggal dunia usai terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi pasien covid. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana duka kini masih menyelimuti keluarga Ayu Aryani (42), selepas kepergiannya akibat meninggal dunia usai terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui sebelumnya Ayu Aryani merupakan tenaga kesehatan (nakes) pertama, di Kabupaten Bangka Barat yang meninggal akibat Covid-19 pada Selasa (13/07/2021) pukul 00.40 WIB kemarin di RSUP Soekarno.

Paryandi, suami dari Almarhum Ayu Aryani  menceritakan perjalanan almarhum yang sehari-harinya nakes di Puskesmas Kelapa, sejak terkonfirmasi positif Covid-19 hingga akhirnya pun harus menutup mata untuk yang terakhir kalinya.

"Awalnya terpapar dari puskesmas ada lima perawat yang positif, dalam satu ruangan kalau tidak salah. Jum'at (02/07/2021) itu dia udah sakit di rumah batuk, pilek, badan demam, lalu besoknya di swab positif," ungkap Paryandi, Rabu (14/07/2021).

Setelah terkonfirmasi positif Covid-19, kondisi almarhumah kian memburuk hingga harus dirujuk ke RSUD Sejiran Setason bahkan ke RSUP Soekarno.

"Malam Selasa gak bisa tidur sesak napas badan lemes, terus dibawa ke RSUD Sejiran Setason. Kamis itu dibawa ke RSUP Soekarno, saat itu langsung dipasang oksigen, Sabtunya pasang ventilator dan Selasa pukul 01.00 dini hari pun meninggal," tutur Paryandi.

Lebih lanjut Paryandi yang juga Kepala Desa Beruas, Kecamatan Kelapa jugamembagikan kisah bahkan rencana almarhum semasa hidupnya, terutama kepada anak sulungnya yang kini sedang menjalani pendidikan di Universitas Pakuan Bogor.

"Secara umum ketika di rumah sakit tidak ada, tapi ketika sehat dia punya planing anak  harus sukses semua. Terutama yang tua ini udah semester empat, pengen dia jadi guru. Rencananya bahkan dia ada dapat duit kemarin dia simpan ke pegadaian untuk anaknya itu," jelasnya.

Tak hanya terhadap anak tertua, ibu tiga orang anak ini juga berharap sang suami bisa segera berangkat haji walaupun tanpa kehadiran almarhum.

"Dia juga ada berpesan ke saya, kalau ada rejeki ayah berangkat dulu," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved