Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kepala BNNP Babel : Tagline Bagi Penyalahguna Narkoba, Rumah Sakit, Penjara dan Kuburuan

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Bangka Belitung (Babel), Brigjen (Pol) Muhammad Zainul Muttaqien, mengatakan, ada tiga tagline bagi pelaku

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
Bangka Pos / Dok
Kepala BNNP Bangka Belitung, Brigjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNNP) Bangka Belitung (Babel), Brigjen (Pol) Muhammad Zainul Muttaqien, mengatakan, ada tiga tagline bagi pelaku penyalahgunaan Narkoba. Tagline tersebut yakni, rumah sakit, penjara dan kuburan.

Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP) Provinsi Bangka Belitung mencatat,  jumlah penyalah-guna narkoba di indonesia yang di rehabilitas di BNN dan komponen masyarakat tahun 2018 sebanyak 15.263 orang.

"Sementara tahun 2019 sebanyak 7.889 orang. Sedangkan di Provinsi Babel Tahun 2019 2020 sebanyak 1.144 orang," ujar Zainul Muttaqien, di sela-sela Peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) Internasional, di Soll Marina hotel, Rabu (14/7/2021).

Sementara,  yang mendekam di penjara, jumlah narapidana kasus narkotika di Rutan dan Lapas di Indonesia sebanyak 115.934 orang.

Ia menyebutkan, di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 1.377 orang.

"Sedangkan yang meninggal dalam satu tahun akibat narkotika Tahun 2020 sebanyak 107.071 orang atau 293 orang perhari.  Data ini merupakan riset dari BNN RI, UI dan LIPI," tegasnya.

Menurut Zainul Muttaqien, jumlah narapidana kasus Narkoba juga menduduki rangking pertama. disusul kasus pencurian, pelecehan sekesual, pembunuhan dan korupsi.

"Jadi seminggu lalu kami sowan ke Kakanwil Kemenkumham, narapidana kasus narkoba menempati rangking pertama dengan jumlah 1.377 orang, kemudian pencurian,  pelecehan,  pembunuhan dan kelima korupsi," katanya.

Beragam strategi pun disiapkan Zainul Muttaqien guna meminimalisir angka penyalahgunaan Narkoba di Bumi Serumpun Sebalai.

Strategi itu antara lain menerapkan sejumlah metode yakni, soft power approach, hard power approach hingga smart power appepach.

"Saya sudah mengidentifikasi masalah jaringan Narkoba di sini.  Ada tiga strategi saya, pertama soft power approach, hard power approach dan  ketiga smart power approach," jelasnya.

Soft power approach strategi sosialisasi edukasi dan rehabilitasi yang tentunnya melibatakan semua stakholder. "Kita menggandeng seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh pemuda dalam rangka menekan angka penyalahgunaan Narkoba," tegasnya.

Sedangkan hard power approach upaya penegakan hukum. "Jadi apabila tidak bisa kita lakukan,dan saya petakan jajaran Polres hanya satu Undang Undang saja,  tapi akan kami coba Undang Udang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai efek jera," tegasnya. ( Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved