Sabtu, 6 Juni 2026

KH Usman Fathan Meninggal

Memilukan, Ini Pesan KH Usman Fathan Ketika Sakit  

Kiai Haji (KH) Usman Fathan meninggal dunia.  Ulama kharismatik sekaligus mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitun

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
istimewa/Dokumentasi Keluarga KH Usman Fathan
KH Usman Fathan semasa hidupnya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kiai Haji (KH) Usman Fathan meninggal dunia.  Ulama kharismatik sekaligus mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meninggal dunia di kediamannya di Jalan Abdullah Addari, Kelurahan Rawa Bangun, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang, Pukul 09.30 WIB, Rabu (14/7/2021).

Kembalinya KH Usman Fathan ke sisi sang pencipta meninggalkan kesan tersendiri bagi sang cucu, Syaifuddin.

Saat ditinggalkan sang istri Juminah (59) yang terlebih dahulu meninggal dunia, KH Usman Fathan diurus oleh anak dan cucunya.

Selama itu pula, anak beserta cucunya selalu diberikan wejangan agar mereka selalu berpegang teguh kepada agama Islam dan jangan pernah meninggalkan salat karena merupakan tiang agama.

"Pertanda sebelum meninggal itu tidak ada. Memang ada selama sakit setiap ketemu beliau selalu memberikan wejangan agar anak dan cucunya selalu berpegang teguh kepada agama dan jangan pernah meninggalkan salat. Hal-hal positif itu yang selalu kita ingat," kata Syaifuddin kepada Bangkapos.com.

Selama hidupnya, kata Syaifuddin, almarhum merupakan sosok teladan bagi masyarakat karena merupakan tokoh agama yang disegani karena kharismatiknya.

Bagi anak dan cucunya, KH Usman Fathan adalah sosok yang sangat berati dan tidak mudah dilupakan. Apalagi selama ini ia mengabdikan diri sepenuhnya dibidang dakwah Islam dan aktif dalam kegiatan penunjangnya.

"Beliau ini jadi panutan, guru, sesepuh dan tokoh masyarakat karena selama ini Jadi banyak keteladanan yang dapat diambil dari beliau," sebut Syaifuddin.

Sosok sederhana dekat dengan umat, pencetus Pondok Pesantren Hidayatussalikin

Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikejutkan dengan kabar duka seorang ulama sekaligus mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel KH Usman Fathan.

Ulama kharismatik ini meninggal dunia di rumahnya 

Almarhum meninggal diusia 94 tahun dengan meninggalkan empat orang anak.

Rencananya almarhum akan di salatkan di Masjid Jami Pangkalpinang, bada Ashar hari ini. 

Kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Mentok, Pangkalpinang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Babel, Tumiran Ganefo turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya sosok ulama di Babel ini dan merasa turut kehilangan sosok kharismatik.

Menurutnya, almarhum KH Usman Fathan merupakan sosok Kiai yang dekat dengan umatnya dengan penuh kesederhanaan.

"Inalillahi wa Innailaihi Rajiun semua itu datangnya dari Allah kembali kepada Allah, tidak setiap manusia tidak akan menemui kematian," kata dia kepada Bangkapos.com usai melayat.

Semasa KH Usman Fathan menjabat sebagai Ketua MUI, kata Tumiran, banyak hal-hal positif yang ditinggalkan, seperti hadirnya Pondok Pesantren Hidayatussalikin, Pangkalpinang.

Dengan cirkhas yang sederhana dan khos (Sesepuh) yang sangat dihormati KH Usman Fathan memang benar-benar mengabdikan dirinya bagi masyarakat dan umat Islam.

"Beliau adalah senior saya, dan memang mantan pensiunan Kementerian Agama. Kita bersyukur melalui pikiran dan usahanya sudah memberikan kenangan yang Insya Allah akan kita lihat sepanjang masa, salah satunya adalah Pondok pesantren Hidayatussalikin yang diprakarsai beliau," jelas Tumiran.

Kata dia, dengan meninggalnya KH Usman Fathan, masyarakat Babel tentu sangat kehilangan sosok ulama yang kharismatik ini.

Kakanwil juga mengajak masyarakat untuk memaafkan almarhum semasa hidupnya. Selain itu meminta masyarakat untuk mendoakan agar KH Usman Fathan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.

"Untuk almarhum saya yakin ditempatkan di sisi Nya dan saya yakin juga belaiu meninggal dalam Husnul khatimah. Saya yakin keluarga ikhlas melepaskan dan tentu kepada seluruh masyarakat kyai juga adalah manusia. Jika ada keslahan selama ini saya mewakili keluarga sekiranya untuk dapat memaafkan dan mendoakan almarhum," kata Tumiran. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved