Breaking News:

Obituari KH Usman Fathan, Ulama Kharismatik yang Dicintai itu Telah Berpulang

Bangka Belitung kembali berduka, kali ini ulama kharismatik Babel, KH Usman Fathan wafat pada Rabu (14/7/2021) di Kota Pangkalpinang.

Diskominfo Babel
Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman saat bersilaturahmi ke rumah seorang ulama mantan MUI, sekaligus tokoh agama Islam, Usman Fathan di Bukit Tani, Pangkalpinang, Kamis (2/7) 

Catatan kecil untuk Babel, KH Usman Fathan, ulama ulama kharismatik yang dicintai masyarakat Bangka Belitung  

Oleh: Irwanto - Pranata Humas Pemprov Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG BEDUKA . Kali ini ulama kharismatik Babel, KH Usman Fathan wafat pada Rabu (14/7/2021) di Kota Pangkalpinang.

Almarhum Usman Fathan selama ini telah dikenal luas oleh masyarakat Negeri Serumpun Sebalai. Dia lahir di Jebus Bangka Barat pada 27 Mei 1927.

Usman Fathan dianggap sebagai salah seorang pemimpin maupun tokoh masyarakat yang disegani dan dihormati. Selain sederhana ulama ini dikenal sangat konsisten sehingga namanya akan tetap berkibar dan dikenang sebagai pemimpin umat yang legendaris di Babel.

Masa kecil Usman Fathan dilalui di daerah Jebus yang dikenal sebagai kawasan penghasil timah hingga remaja pada 1945 saat dia bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API). Waktu itu API merupakan barisan kedua pasukan perjuangan rakyat setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Tatkala masih remaja, api dan semangat nasionalisme memang masih bergelora di dada Usman Fathan. Sehingga saat ditawari Belanda bekerja sebagai pegawai demang pun ditolak mentah-mentah.

Begitu juga saat diberi kesempatan bekerja pada Kantor Bea dan Cukai tetap ditolaknya dengan alasan tak mau bekerja pada pihak NICA (Belanda).

Sampai akhirnya pada saat setelah kemerdekaan RI, di Jebus datanglah rombongan alim ulama dari Pangkalpinang yang dipimpin oleh KH Abdu Somad asal Muara Enim Sumsel.

“Mereka menawari saya bekerja di kantor agama yang akan dibuka di Jebus. Namun masih sempat saya tanyakan apakah kantor ini di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Dijawab bahwa mereka sudah di bawah pemerintahan Republik Indonesia,” kisah almarhum Usman Fathan saat wawancara dengan Majalah Bakohumas Pemkot Pangkalpinang beberapa tahun silam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved