Breaking News:

Berita Bangka

Siswi SMKN 2 Sungailiat Ini Menangis saat Karantina di Wisma Atlet, Bingung Jauh dari Keluarga

Seorang Siswi SMKN 2 Sungailiat bersama keenam teman kelasnya harus pasrah menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta tanpa didampingi oleh siapapun.

Penulis: Magang2 | Editor: nurhayati
Dok/Miranda
Miranda (17), Siswa SMAN 2 Sungailiat Saat Menjalani Karantina Di Wisma Atlet, Jakarta. 

Masih 9 Siswa SMKN 2 Sungailiat Diisolasi ke Wisma Atlet

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Bangka Boy Yandra dan pihak SMKN 2 Sungailiat memantau karantina 13 siswa yang baru pulang ke Bangka Senin (12/7/2021).(Ist)
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Bangka Boy Yandra dan pihak SMKN 2 Sungailiat memantau karantina 13 siswa yang baru pulang ke Bangka Senin (12/7/2021).(Ist) (istimewa)

Sebanyak 12 siswa dan satu orang guru SMKN 2 Sungailiat yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan swab PCR di Bandara Soekarno-Hatta akhirnya bisa dipulangkan hari ini, Senin (12/07/2021).

Pada Sabtu (10/7/2021) sebanyak 21 siswa dan 1 guru pendamping dari SMKN 2 Sungailiat berdasarkan pemeriksaan PCR di Bandara Soekarno Hatta dinyatakan positif COVID-19 ketika hendak kembali ke Bangka Belitung.

Namun setelah diswab PCR kembali, diketahui saat ini, ada 12 siswa dan satu guru pendamping yang sedang dalam perjalanan pulang ke Bangka Belitung karena dari swab PCR yang telah dilakukan memperoleh hasilnya non reaktif.

Sementara itu, saat ini masih ada 9 orang siswa SMKN 2 Sungailiat yang harus diisolasi ke Wisma Atlet, Jakarta.

Kepala SMKN 2 Sungailiat, Tego menyampaikan bahwa 12 siswa dan 1 guru SMKN 2 Sungailiat yang pulang hari ini akan dijemput oleh petugas PSC 119 SPGDT (Public Safety Center 199 Sistem Penanggulangan Gawat Darurat) Kabupaten Bangka.

"Nanti di bandara dijemput langsung oleh petugas PSC, dan akan dilakukan isolasi di sekolah," jelas Tego saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

12 siswa dan 1 orang guru tersebut dijadwalkan akan sampai di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pukul 11.40 WIB dengan penerbangan melalui Maskapai Sriwijaya Air.

Tego menyebutkan bahwa pihak sekolah akan menyiapkan ruangan untuk dijadikan sebagai tempat isolasi para siswa dan guru tersebut.

Selain itu, saat ini dirinya sedang sibuk mencari orang yang bertugas mendampingi 9 siswanya yang sudah berada di Wisma Atlet, Jakarta.

"Kita sedang mencari orang yang bertugas mendampingi siswa yang di Wisma Atlet, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi," ungkap Tego.

Seorang guru pendamping, Feri Hendani menyebutkan bahwa sebelumnya ada sebanyak 50 siswa dan 3 orang guru pendamping yang berangkat ke Cirebon untuk mengikuti diklat pengambilan 'Buku Pelaut' untuk keperluan praktek kerja industri.

Ia yang sebelumnya ikut mendampingi para siswa, telah diperbolehkan pulang bersama 6 siswa lainnya pada Sabtu (10/7/2021) karena hasil PCR yang telah dilakukan adalah negatif.

Feri menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 22 siswa dan 1 orang guru beserta anaknya sedang melakukan isolasi di Asrama CV. Seaman Jaya, Cirebon.

"Masih ada 24 orang yang isolasi di Cirebon, 9 siswa di Wisma Atlet Jakarta, dan 13 orang sedang dalam perjalanan pulang," kata Feri.

12 Siswa dan 1 Guru SMKN 2 Sungailiat Pulang 

Terlihat 21 siswa SMK 2 Sungailiat yang  terkonfirmasi positif Covid-19 berada di Bandara Sokerno Hatta, sebelum akhirnya dimasuk ke Wisma Karantina Atlet Jakarta, pada Minggu (11/7/2021) sore tadi.
Terlihat 21 siswa SMK 2 Sungailiat yang terkonfirmasi positif Covid-19 berada di Bandara Sokerno Hatta, sebelum akhirnya dimasuk ke Wisma Karantina Atlet Jakarta, pada Minggu (11/7/2021) sore tadi. (Ist/Satgas Covid-19 Bangka)

Sebanyak 12 siswa dan 1 guru dari total 22 siswa SMK Negeri 2 Sungailiat yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta karena positif Covid-19, pada Sabtu (10/07/2021) kemarin, telah diizinkan untuk kembali ke Bangka Belitung pada hari ini, Senin (12/7/2021).

Pemulangan ke 12 siswa dan 1 guru ini dikarenakan hasil tes Swab PCR kedua menunjukkan negatif Covid-19.

"Sebanyak 12 siswa dan  1 guru dinyatakan negatif Covid-19 dan bisa dipulangkan ke Babel berdasarkan informasi dari pihak sekolah malam tadi. Sementara 9 siswa yang masih positif dikarantina di Wisma Atlet Jakarta," jelas Kabid Pembina SMK Dinas Pendidikan Babel, Saipul Bakhri kepada Bangkapos.com, Senin (12/7/2021).

Saipul, mengatakan awalnya siswa yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 22 orang karena hasil swab PCR positif Covid-19 ketika melakukan tes PCR sebelum keberangkatan pulang ke Bangka Belitung dari aktivitas mengambil buku dan sertifikat pelaut di Cirebon, Jawa Barat.

"Mereka ini semuanya siswa aktif kelas 11 yang ingin naik ke kelas 12. Bahwa salah satu persyaratan anak dalam program kemaritiman mensyaratkan buku pelaut dan sertifikat.  Tetapi, kendala kita di Babel harus mendapatkan sertifikat itu anak-anak harus pergi ke luar Pulau Babel, di Badan Diklat Simenjaya Cirebon, SMKN 2 Sungailiat ada bekerjasama," ungkap Saipul.

Saipul, mengatakan keberangkatan siswa SMKN 2 Sungailiat tersebut telah mendapatkan izin dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka dan berangkat pada 29 Juni 2021 sebelum pemberlakuan PPKM Darurat.

"Pihak sekolah SMKN 2 Sungailiat telah memberangkatkan gurunya ke Jakarta untuk dapat mengawasi kondisi 9 siswa yang dikarantina di Wisma Atlet Jakarta, menguatkan mental anak jangan sampai down," jelasnya.

Kemudian untuk 12 siswa dan 1 guru yang kembali ke Bangka Belitung, kata Saipul, diwajibkan melakukan isolasi mandiri (isoman) untuk mengantisipasi bebas dari terjangkit Covid-19.

"Mereka diharuskan karantina mandiri, kita harapkan pihak sekolah melakukan itu, terhadap 13 siswa yang kembali. Ini juga disarankan oleh Satgas Covid-19 agar jangan sampai masyarakat terpapar, atau terbentuk klaster varian baru Covid-19, sehingga harus dilakukan antisipasi dengan isolasi mandiri," tegasnya.

Saipul menegaskan, dengan kejadian tertahannya puluhan siswa SMK asal Bangka Belitung karena positif Covid-19, membuat Dinas Pendidikan Bangka Belitung melakukan evaluasi terhadap izin kebijakan siswa yang ingin berpergian ke luar Bangka Belitung di tengah kondisi meningkatnya Covid-19.

"Kita tetap mengutamakan keselamatan peserta didik kami anggap lebih baik mencegah karena dampaknya pada masyarakat luas. Sehingga apabila lain waktu kita akan melakukan koordinasi dengan sekolah, untuk anak-anak jangan dikirim dahulu untuk praktik atau mengambil sertifikasi dan lainya keluar Babel," jelasnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved