Minggu, 19 April 2026

Berita Pangkalpinang

Ulama Kharismatik KH Usman Fathan Wafat, Erzaldi: Almarhum Keluarga Bagi Kami

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengaku kaget ketika mendapatkan kabar bahwa KH Usman telah berpulang ke sang pencipta tadi pagi.

Penulis: Cepi Marlianto |
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat ikut mensalatkan jenazah KH Usman Fathan di Masjid Jamik Pangkalpinang, Rabu (14/7/2021) petang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ulama kharismatik KH Usman Fathan tutup usia, pukul 09.30 WIB, Rabu (14/7/2021) pagi tadi.

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini meninggal dunia di kediamannya yang beralamatkan di Jalan Abdullah Addari, Kelurahan Rawa Bangun, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang.

Almarhum dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Mentok, Pangkalpinang setelah disalatkan di masjid Jamik oleh keluarga, kerabat hingga para pejabat seperti Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Senator DPD Babel Hudarni Rani, Kakanwil Kemenag Babel Tumiran Ganefo hingga Ketua MUI Babel Zayadi.

Kembalinya KH Usman Fathan ke sisi sang khalik meninggalkan kesan tersendiri bagi Gubernur Babel.

Ia sempat kaget ketika mendapatkan kabar bahwa KH Usman telah berpulang ke sang pencipta tadi pagi. Namun Erzaldi tak dapat berbuat banyak karena agendanya pagi itu sangat padat.

Menurutnya, berkat keteladanannya banyak karya yang ditinggalkan bagi Provinsi Babel. Apalagi, almarhum sangat dekat dengan ayah Erzaldi Rosman sewaktu menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Jebus, Bangka Barat pada waktu itu.

“Almarhum ini juga adalah keluarga bagi kami karena sangat dekat dengan ayah saya. Kebetulan ayah saya di masa kerjanya sudah menjadi camat di Kelapa dan kerjasama mereka terus berlanjut sampai ke Pangkalpinang bahkan sampai sekarang,” ujar Erzaldi usai pemakaman.

Bagi keluarga Erzaldi, KH Usman begitu sangat berarti. Sebulan lalu saat istri dari KH Usman meninggal dunia dua keluarga ini saling bersilaturahmi guna melepaskan kerinduannya.

Meskipun tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena faktor usia, hal tersebut merupakan momentum yang langka.

“Itu suatu hal yang sangat berharga bagi mereka berdua, termasuk saya. Karena silaturahmi tersebut menambah kedekatan dan memberikan pembelajaran bagi kami,” terang Gubernur.

Maka dari itu, kata Erzaldi sudah sepatutnya sebagai generasi penerus dirinya wajib mendoakan dan mengantarkan almarhum sampai ke liang lahat.

“Kita mendoakan semoga beliau diterima di sisi Allah yang terbaik dan kita yang meneruskan serta menjadikan keteladanan untuk menyukseskan masa yang akan datang,” kata Erzaldi.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved