Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dikenal Sebagai Tokoh Agama, Suami Istri Meninggal Akibat Covid-19

Kabar duka menyelimuti keluarga SS (60) dan KS (55) Warga Dusun VI Rt 03, Rw 01, Paitjaya, Desa Belo Laut, usai pasangan suami istri ini meninggal dun

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
Tribun Palopo
ilustrasi covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kabar duka menyelimuti keluarga SS (60) dan KS (55) Warga Dusun VI Rt 03, Rw 01, Paitjaya, Desa Belo Laut, usai pasangan suami istri ini meninggal dunia akibat Covid-19.

Diketahui sebelumnya pada Rabu (7/7/2021) sang istri yakni KS, terlebih dahulu menutup mata dan telah dimakamkan di TPU Kebon Nanas.

Berselang delapan hari dari kepergian sang istri, SS yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 pun akhirnya ikut menyerah hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (14/07/2021) lalu.

Dengan kepergian pasutri tersebut tentunya meninggalkan duka mendalam terlebih kepada empat orang anaknya, terutama anak paling bungsu berusia 21 tahun kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Ketua Rt 03 Dusun Pait Jaya, Toni (41) membeberkan keseharian keluarga yang dikenal baik bahkan SS juga dikenal sebagai tokoh agama.

"Kalau keseharian banyak di rumah, tapi aktif di masjid dan majelis dikenal juga sebagai tokoh agama. Terus sering jemput istri berjualan jamu, kalau sosialisasi ke masyarakat bagus," ujar Toni, Kamis (15/07/2021). 

Sedangkan untuk sang istri KS, diketahui kerap berjualan jamu keliling untuk membantu perekonomian keluarganya yang sudah belasan tahun tinggal di Dusun Pait Jaya.

"Mereka itu dari Jawa Tengah kalau ibu itu jual jamu keliling, ke arah belo atau kadur. Kalau anak itu punya kesibukan masing-masing, paling tua ibu rumah tangga, kedua itu satpam, ketiga ibu rumah tangga juga dan keempat masih gadis. Kalau keluarga lain gak tau, sementara mereka ngumpul disini," katanya.

Sementara itu Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma membenarkan pasutri tersebut meninggal dunia akibat Covid-19.

"Jadi yang dimakamkan semalam itu tuan SS, jadi beliau memang dari wilayah Rt 03 Dusun VI Pait jaya yang sedang kita lakukan PPKM Mikro. Untuk yang bersangkutan adalah suami, dari nyonya KS yang sebelumnya meninggal," katanya.

Lebih lanjut untuk penerapan PPKM Mikro selama 10 hari yang sudah dilakukan sejak Rabu (07/07/2021), masih akan melihat hasil swab massal yang sudah dilakukan untuk perpanjangan atau menghentikan PPKM Mikro.

"Perpenjang masih kita evaluasi satgas bersama TNI Polri masih mengevaluasi, apakah dilakukan perpanjangan atau tidak. Tapi melihat hasil dari pemeriksaan labkesda kemarin kalau misal kita lihat persentase seperti apa, kita tidak bisa mengira-ngira tapi paling tidak skenarionya sudah disiapkan oleh satgas untuk itu," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved