Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dusun Pait Jaya Zona Merah, Satgas Covid-19 Bangka Barat Siapkan Wisma Karantina Baru

Sebelumnya Satgas menetapkan zona merah selama 10 hari, usai terdapat 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu Rt pada Selasa (07/07/2021) l

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Gedung Diklat Pemkab Bangka Barat yang kini tengah direnovasi, untuk dijadikan wisma karantina, Kamis (15/07/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma mengungkapkan pihaknya kini terus berusaha menekan penyebaran Covid-19 terutama di Dusun VI Rt 03, Rw 01, Pait Jaya, Desa Belo Laut yang kini berstatus sebagai zona merah.

Sebelumnya Satgas menetapkan zona merah selama 10 hari, usai terdapat 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu Rt pada Selasa (07/07/2021) lalu.

Sedangkan pada Selasa (13/07/2021) angka tersebut melonjak, hingga 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Lebih lanjut Putra mengatakan pihaknya masih akan terus melakukan, tracing dan tracking untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

"Target harian itu testing satu orang per seribu penduduk per minggu, untuk ketersediaan testing tidak mesti dengan antigen jadi juga bisa dengan PCR untuk diagnosis. Antigen memang jumlah terbatas kami hanya memprioritaskan masyarakat yang bergejala, antigen juga terbatas dengan waktu karena kalau sudah lewat delapan hari sudah gak terdeteksi antigen jadi harus PCR," ujar Putra Kusuma, Kamis (15/07/2021).

Selain itu untuk mengetahui sejauh mana penyebaran Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat sudah melakukan swab massal dengan PCR.

"Nah PCR saat ini masih membutuhkan waktu yang lama, kalau swab massal itu baru pertama kali kita lakukan. Tapi dari target kita inginkan sudah lumayan baik, dari 360 target ada 230 yang swab. Ini baik karena ini juga bisa merepresentasikan, jumlah alokasi penduduk di sana," katanya.

Tak hanya melakukan swab massal, Putra juga mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan, serta antisipasi pencegahan terhadap para isoman yang tidak mengikuti aturan.

"Kalau isoman dengan penerapan PPKM mikro tidak ada lagi yang melakukan aktifitas di luar rumah, yang terkonfirmasi ya. Saya tanya ke Lurah, jadi kalau ada bandel ada laporan dari distribusi logistik jadi saat diantar makanan tidak ada di tempat, akan diberikan teguran karena semua logistik sudah terpenuhi. Ini teguran dulu, kalau bandel bisa dibawa karantina," katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga kini sedang menambah kapasitas untuk wisma karantina.

"Awal bulan depan insyaallah wisma karantina bisa selesai, jadi porsi untuk bisa mengkarantina bergejala bisa lebih banyak. Untuk kuota ada sekitar 20 di perumahan eselon, kalau yang baru itu ada 44 kamar. Kalau satu kamar ada dua orang ya bisa, sekitar 88 orang di wisma karantina baru di gedung Diklat Pemkab Bangka Barat itu," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved