Breaking News:

Kasus Covid-19 di Bangka Belitung Meningkat Drastis Hingga Tembus 25.014 Orang

Bila dihitung sejak 1-14 Juli 2021 ada penambahan sebanyak 3.822 orang terpapar Covid-19, yang sembuh atau selesai menjalani 1.689 orang

Editor: rusmiadi
Satgas Penanganan Covid -19 Bangka Belitung
Grafis sebaran kasus Covid-19 di Bangka Belitung hingga Rabu (14/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Kasus orang terpapar Covid-19 di Bangka Belitung (Babel) secara kumulatif sudah mencapai 25.014 orang, setelah ada penambahan kasus baru pada hari Rabu (14/7/2021) sebanyak 508 orang.

Bila dihitung sejak 1-14 Juli 2021 tercatat ada penambahan sebanyak 3.822 orang terpapar Covid-19, sedangkan yang sembuh atau selesai menjalani isolasi 1.689 orang, dan yang meninggal dunia terpapar Covid-19 sebanyak 83 orang.

“Itu artinya orang yang terkonfirmasi Covid-19 satu pekan ini terus meningkat sangat tajam dan melonjak drastis, dibandingkan dengan pekan sebelumnya,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno, Rabu (14/7/2021).

Ia memaparkan kesiapsiagaan daerah terhadap situasinya masing-masing merupakan kunci untuk mengendalikan kasus. Menurutnya, kenaikan kesembuhan yang tidak terlalu signifikan, bahkan lebih rendah dari kasus baru di dalam 2 bulan terakhir menunjukkan perlu segera dilakukan, tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius, untuk mengidentifikasi klaster penularan, namun juga treatment khususnya kualitas pelayanan kesehatan, agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi.

Pihaknya juga tak bosan mengimbau dan mengajak pemerintah daerah serta menggarisbawahi bahwa, kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun, serta pembatasan mobilitas masyarakat, sebagai cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar Covid-19.

“Itu artinya ada tanggung jawab kita sebagai sesama warga masyarakat, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan menjadi masif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kita cintai ini,” ujar Andi

Pihaknya memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat, sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat.

Oleh sebab itu perlu memahami dan terus memberikan pemahaman, bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga.

Oleh karena itu, lanjut Andi, tidak bisa tidak, penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi dari semua unsur dan komponen masyarakat.

Lebih dari itu adalah komitmen kepala daerah dan konsistensi kebijakan dalam menanggulangi pandemi Covid-19 demi menjamin kesehatan dan keselamatan warganya.

Tanpa itu, menurut Andi upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal.

Menurut Andi, sinergitas antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, bahkan RT/RW, menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19, dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved