Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kenali Isu-isu Aktual, Kajari Bangka Barat Mentori Lima CPNS Secara Langsung

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat, Helena Octavianne memberikan bimbingan secara langsung kepasa mentor bagi lima CPNS Kejari Bangka Barat

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Ist/Kejari Bangka Barat).
Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne memberikan bimbingan secara langsung, kepada mentor bagi lima CPNS Kejari Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat, Helena Octavianne memberikan bimbingan secara langsung kepada mentor bagi lima CPNS Kejari Bangka Barat.

Bertempat di ruang kerja Kejari Bangka Barat, bimbingan diberikan kepada As’ad Saiful Arifin, Niken Nur Anjani, Frans Tangkas Pribadi Sinulingga, Ridho Pratama Kurniadi, dan Roziandi.

Hal tersebut dilakukan setelah kelima CPNS baru selesai melaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi, serta saat ini kembali ke satuan kerja untuk melaksanakan aktualisasi.

"Ini suatu inovasi baru dalam era digitalisasi saat ini yang diharapkan dapat menjadi pengungkit, bagi Kejari Bangka Barat dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih MelayanI (WBBM) pada tahun 2021 ini," ujar Helena Octavianne, Kamis (15/07/2021).

Diketahui agenda rancangan aktualisasi pada latihan dasar (Latsar) merupakan kompetensi yang harus dikuasai, oleh CPNS setelah mengikuti serangkaian mata pelajaran diklat.

"Ini akan melatih seorang CPNS untuk menemu kenali berbagai isu-isu aktual yang menjadi permasalahan, dalam lingkup kerjanya dengan menggunakan pisau analisis sederhana seperti metode USG (Urgency, Strength, Growth) dan APKL (Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak). Serta mencarikan solusi pemecahan masalah dalam meningkatkan mutu pelayanan publik yang diselenggarakan, oleh unit kerja atau organisasi tempat CPNS tersebut bertugas," tuturnya.

Aktualisasi kegiatan menekankan prinsip nilai dasar seorang ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalime, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).

"Indikator keberhasilan dari sebuah rancangan aktualusasi menjadi kegiatan aktualisasi, terletak pada kemampuan menemukan isu strategis, pemecahan masalah yang kreatif, inovatif, dan sustainable. Dilandasi oleh nilai-nilai dasar ASN, sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan publik dan citra organisasi," ucapnya.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan pendidikan dan pelatihan terintegrasi, bagi CPNS selama satu tahun masa percobaan.

"Tujuan dari pelatihan terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan. Karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, serta memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang," tuturnya.

Helena Octavianne berharap mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan jabatannya, serta mengedepankan kepentingan umum dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya.

"Mendukung program anti korupsi yang diimplementasikan di tempat habituasi, serta sebagai ASN turut berperan dalam Whole of Government (WOG). Meningkatkan pelayanan publik yang turut, berkontribusi dengan visi misi organisasi," jelasnya. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved