Breaking News:

Virus Corona

Media Singapura Sebut Dokter di Indonesia Hadapi Pilihan Sulit, Tentang Siapa yang Akan Hidup

Media Singapura Sebut Dokter di Indonesia Hadapi Pilihan Sulit, Tentang Siapa yang Akan Hidup

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19 

BANGKAPOS.COM - Media Singapura menyoroti penanganan Covid-19 yang makin berbahaya. Tenaga kesehatan mulai kesulitan menghadapi situasi.

Media The Straits Times mengupas kondisi Dokter Indonesia menghadapi pilihan sulit siapa yang akan hidup atau mati di rumah sakit Covid-19 yang kewalahan dalam artikel berjudul "Indonesian doctors face tough choice of who will live or die at overrun Covid-19 hospitals".

Pada artikel itu, The Straits Times, menulis kekurangan tempat tidur, pasokan oksigen, dan ventilator di Indonesia telah membuat para dokter memiliki keputusan yang mengerikan tentang siapa di antara pasien Covid-19 mereka yang akan hidup dan siapa yang akan mati.

Dr Nur Chandra Bunawan, 35, dari Rumah Sakit Umum Kramat Jati di Jakarta Timur, mengatakan: "Dalam 11 tahun karir saya sebagai dokter, saya tidak pernah mengalami situasi seperti ini. Sangat sulit untuk menemukan rumah sakit saat ini. Kami seringkali harus memutuskan pasien mana yang memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup. Kita harus memilih pasien mana yang memiliki peluang lebih besar untuk hidup.

"Kenapa harus begini, kenapa harus memilih? Ini keputusan yang sulit. Semua kehidupan sama. Tapi karena oksigen dan ruang terbatas, kita harus memilih," tambah dokter penyakit dalam yang mengaku sedang berjuang melawan rasa lelah itu. dan kelelahan.

Di tengah membanjirnya pasien Covid-19 di rumah sakit, beberapa lusin rekannya juga tertular penyakit itu sendiri.

Karena kasus Covid-19 di Indonesia meningkat pesat selama beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan dokter seperti Dr Nur Chandra terpaksa memutuskan siapa yang bisa mendapatkan tempat tidur, dukungan hidup, dan perawatan medis yang tepat.

Sistem kesehatan Indonesia yang rapuh berada di ambang kehancuran. Kasus baru harian telah mencapai rekor tertinggi dalam tiga minggu terakhir yang disebabkan oleh perjalanan besar-besaran selama Hari Raya Aidilfitri Juni dan penyebaran varian Delta yang sangat menular.

Negara terpadat keempat di dunia berpenduduk 270 juta itu mengalami 34.379 infeksi dan 1.040 kematian pada Rabu (7 Juli), keduanya meningkat tertinggi sepanjang masa. Angka-angka itu menjadikan jumlah total infeksi di negara itu menjadi 2,38 juta dan kematian menjadi 62.908.

Media sosial dibanjiri permintaan bantuan untuk menemukan kamar rumah sakit, tabung oksigen, dan plasma pemulihan untuk orang sakit.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved