Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Pasca Kebakaran, Minat Santri Belajar di Ponpes Tahfidz Guntur Tinggi, 2 Minggu Ada yang Hapal 1 Juz

Pasca kejadian kebakaran itu para anak-anak yang dari luar wilayah Pengkalen Batu banyak yang ingin belajar di Ponpes Tahfidz Guntur.

Penulis: Widodo | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pengkalen Batu Desa Ranggung Kecamatan Payung, Bangka Selatan kini dalam proses pembangunan. 

Kini kurang lebih 4 Asrama di Ponpes tersebut sudah selesai dan para santri sudah bisa beraktifitas belajar seperti biasanya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pengkalen Batu itu ludes terbakar (6/6/2021) hingga rata dengan tanah. 

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pengkalen Batu, Muhammad Guntur saat Bangkapos.com berkesempatan menemuinya  di rumah Ahmadi Sopian selaku Pembina Ponpes di Graha Puri Selindung Baru.

Guntur menceritakan perkembangan Ponpes itu. Bahkan, diakuinya para santri sebelumnya sempat tidur di tenda selama kurang lebih hampir tiga Minggu.

"Perkembangan pesantren saat ini Alhamdulillah tiga Minggu kemarin kami sempat tidur di tenda. Pak Ahmadi Sopian dan Julian, mereka yang mengelola buat tenda dan Alhamdulillah ide pak ahmadi Sopian, Julian dan Jamaludin serta pak Aziz membuat asrama sementara dari triplek dan sekarang anak-anak sudah tidur di asrama yang tempatnya sudah layak dari yang kemarin," kata Ustaz Guntur.

Bangunan yang sudah ditinggali oleh para santri ini di tempat yang sama pada lokasi yang terbakar kemarin. Sudah ada 4 Asrama yang sudah selesai. 

Tampak mengenakan Jubah berwarna biru, Ustaz Guntur pun sangat antusias memceritakan aktivitas dan perkembangan para santri.

"Aktivitasnya sudah seperti biasa dari jam 3 pagi sudah mandi, ngaji dan terus hafalan dan jam setengah 7 pagi sudah masuk belajar seperti biasanya, kemudian jam 8 salat duha sampai jam 11 istirahat, salat Zuhur, makan siang terus sekolah TPA lagi sampai jam setengah 4 ashar, mandi sudah itu makan sore lanjut ke belajar untuk setoran Qur'an, persiapan magrib kemudian ngaji sampai isya, les dan hafalan sampai setengah 10 malam, kemudian tidur dan bangun lagi di jam 3 pagi. Jadi full kegiatannya," jelas Ustaz panjang lebar. 

Sementara perkembangan anak-anak santri diakuinya ada santri yang dari luar baru 2 Minggu dan rencananya minggu ini akan ujian Tasmi' satu Juzz dan saat ini sudah ada yang selesai untuk hafalannya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved