Breaking News:

Virus Corona

Tak Keluar Rumah Sejak April, Satu Keluarga Tetap Terjangkit Covid-19 Varian Delta, Begini Kisahnya

Tak Keluar Rumah Sejak April, Satu Keluarga Tetap Terjangkit Covid-19 Varian Delta, Begini Kisahnya

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Freepik
ILUSTRASI varian Delta - Berikut ini ulasan mengenai varian Delta Covid-19, simak gejalanya dalam artikel ini 

BANGKAPOS.COM -- Wabah Covid-19 terus menjadi ancaman, dengan sejumlah varian yang mucul. Media Singapura, The Straits Times membahas artikel tentang sekeluarga yang terjangkit Covid-19 meski mereka isolasi diri di rumah.

Media Singapura itu membahasnya melalui artikel berjudul "Malaysian family infected with Covid-19 Delta variant despite staying at home since April".

Pada artikel itu, ibu Noriah Bakar dan keluarganya sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah sejak April tahun ini.

Meskipun demikian, wanita berusia 36 tahun itu mengatakan bahwa suami dan dua putranya dites positif untuk varian Delta dari virus corona minggu lalu, ketika pemerintah negaranya berjuang untuk menahan kebangkitan infeksi Covid-19 di negara itu.

Rekor tertinggi 11.618 kasus baru dilaporkan pada Rabu (14 Juli), sehingga total kumulatif sejauh ini menjadi 867.567. Pada hari Selasa, negara itu melaporkan 11.079 kasus baru, pertama kalinya infeksi harian melampaui angka lima angka.

“Kami tercengang karena sejak pertengahan April, suami saya hanya keluar sekali untuk mengambil dokumen kerja, dan saya hanya keluar rumah dua kali sekitar tiga minggu yang lalu untuk janji vaksinasi dan membeli roti,” ibu rumah tangga dari Subang Jaya, di negara bagian Selangor, kepada The Straits Times.

"Kami sangat bergantung pada layanan online untuk bahan makanan meskipun menghabiskan banyak uang, jadi kami tidak bisa memikirkan apa yang kami lakukan salah," tambahnya.

Kepala kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah memperingatkan pada hari Selasa bahwa jumlah kasus baru dapat meningkat selama dua minggu ke depan karena varian Delta yang sangat menular, yang dapat dengan mudah ditularkan melalui udara, telah terdeteksi di hampir setiap negara bagian.

Pertama kali diidentifikasi di India, varian Delta 55 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha, yang berasal dari Inggris dan itu sendiri sekitar 50 persen lebih mudah menular daripada varian pertama yang terdeteksi di Wuhan, Cina, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Pakar medis mencatat bahwa varian Delta memiliki nilai R0 (R-naught) atau jumlah rata-rata infeksi baru yang dihasilkan oleh setiap kasus lima hingga delapan sedangkan yang asli Wuhan memiliki nilai R0 2,2 hingga tiga.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved