Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Covid-19 di Pangkalpinang Melonjak, Kapolda: Mekkah Saja Lakukan Pengetatan

Kasus Covid-19 di Pangkalpinang empat hari terkahir, sejak Selasa (13/7/2021) hingga hari ini, Jumat (16/7) terus terjadi peningkatan. Penambahan

Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kasus Covid-19 di Pangkalpinang empat hari terkahir, sejak Selasa (13/7/2021) hingga hari ini, Jumat (16/7) terus terjadi peningkatan. Penambahan kasus konfirmasi dalam satu harinya berada di atas 100 kasus.

Pada Selasa (13/7) kasus konfrimasi bertambah sebanyak 234 orang, Rabu (14/7) bertambah 132 orang, Kamis (15/7) bertambah 128 orang, dan hari ini Jumat (16/7) bertambah 104 orang.

Hingga membuat kasus aktif atau yang sedang menjalani karantina sebanyak 864 orang, setelah ada yang dinyatakan sembuh atau selesai pemantauan pada hari ini sebanyak 52 orang. Total kasus keseluruhan positif Covid-19 di kota Pangkalpinang 7.184 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut, bertambahanya kasus konfirmasi tersebut merupakan hasil tracing yang terus dilakukan.

"Minimal satu kasus tracingnya 30 orang, kalau sehari kita seratus bisa berapa kasus baru yang ditemukan, ini upaya kita bersama. Tidak masalah kasusnya naik asal ditangani dengan cepat OTG segera ditemukan dan tidak menyebar kemana-mana," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (16/7/2021).

Ia mengimbau masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah Covid-19. Kata Hakim, pihaknya hingga kini masih tetap melakukan penerapan praktik tracing, testing, treatment (3T) untuk menekan angka kenaikan positivity rate yang mana sama pentingnya dengan penerapan perilaku menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak (3M).

"3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain," jelas Hakim.

"Semua kontak erat dari K1 kasus positif minimal 30 orang yang kontak erat itu kita lakukan pemeriksaan PCR. Dan kita tetap menertibkan kerumunan-kerumunan," tambah Hakim.

Sementara itu Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat, meminta masyarakat tidak menyepelekan keberadaan Covid-19.

Hal ini diungkapkan Anang, di sela acara penyerahan bantuan sarana prasarana Prokes Covid-19 ke Pengurus dan Jemaah Masjid Jami At-Taqwa, Desa Airmesu, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Jumat (16/7/2021).

"Saya minta masyarakat tidak menganggap sepele Covid ini.  Tetap wasapada dan mematuhi protokol yang telah dianjurkan pemerintah," ujar Anang.

Anang, tak menampik sampai saat ini masih ada masyarakat yang tidak percaya adanya Virus Corona atau Covid-19. Namun banyaknya korban yang berjatuhan, cukup menjadi pengingatan dan bukti agar semua pihak harus tetap waspada.

"Bahkan ada yang sampai saat ini tidak percaya dengan adanya Covid-19, coba lihat di media,  televisi berapa banyak korban yang berjatuhan akibat Covid," kata Anang.

Katanya, tak hanya di indonesia, namun pembatasaan juga terjadi di beberapa negara maju, termasuk Mekkah, yang menjadi Kiblat Umat Islam. "Jangankan Indonesia, Mekkah yang notabennye negara maju juga melakukan pembatasan dan pengetatan pengetatan," tegasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Anthoni Ramli)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved