Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasatgas Covid-19 Bangka Barat Cerita PahitnyaTerpapar Corona, Makan Tak Enak Sampai Dibantu Oksigen

Baru satu hari terpapar Covid-19, Sidarta Gautama pun membagikan kisahnya terkait pahitnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
Sekretaris Satgas Covid-19, Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sempat drop hingga harus mendapatkan oksigen tambahan, kondisi terkini Sidarta Gautama sudah mulai membaik.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (15/07/2021) lalu.

"Semalam sempat drop, sempat dioksigen karena posisinya rendah, tapi alhamdulillah sudah stabil," ujar Sidarta Gautama saat dihubungi via telepon, Jumat (16/07/2021).

“Itu posisi demam itulah tinggi, panas itu dah sampai 40 derajat. Jadi didatangi kawan-kawan dokter dari rumah sakit, jadi dirawat sebentar dikasih obat,” katanya.

Baru satu hari terpapar Covid-19, Sidarta Gautama pun membagikan kisahnya terkait pahitnya terkonfirmasi positif Covid-19.

"Untuk masyarakat Bangka Barat benar-benar berhati-hati, karena ternyata ini baru saya rasakan. Bahwa kena Covid-19 paling tidak enak, benar kata Mikron itu enggak enak kena Covid-19," ucapnya.

Diakuinya untuk makan saja sangat sulit, bahkan demam tinggi pun sempat dirasakan oleh Sidarta Gautama yang juga menjabat sebagai Kasat Pol PP Bangka Barat.

"Serba salah, makan pun gak ada rasa. Lidah hambar, jadi makan tu paling kuat dua sendok itu sudah bagus. Dak masuk makanan tu, masuk tenggorokan itu keluar lagi makanan. Terus badan itu demam ngilu, kepala pusing duduk salah, berdiri salah, baring salah pokoknya dak enak," tuturnya.

Diketahui Sidarta Gautama bahkan sebelumnya sudah mendapatkan vaksin dua kali, namun dengan terpaparnya ini Sidarta Gautama mengatakan untuk masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan.

"Apalagi kalau seandainya kita ada komorbid penyakit bawaan, itu jauh berbahaya sekali. Apalagi yang terkait dengan paru-paru, pernafasan itu sangat menyiksa. Ini baru pertama kali, jadi baru ngerasa benar-benar dak enak. Selama ini cuma denger kata orang, tapi sekarang ngerasa gak enak," katanya.

Sementara itu dengan kesibukannya hingga turun lansung ke lapangan, tentunya membuat resiko terpapar Covid-19 semakin tinggi.

"Dak tau lagi dari mana, karena beberapa hari ini kasus kita tinggi. Belum lagi ku sering turun ke Pait Jaya, kemarin ketemu sama yang positif-positif jadi dak tau lagi.”

“Tingkatkan kewaspadaan prokes dipatuhi, lalu makanan sayur buah harus kita konsumsi tiap hari. Supaya imun kita tidak drop, kalau bisa juga olahraga tiap pagi," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved