Breaking News:

Mengenal Leukemia pada Anak, Penyakit yang Diidap Anak Denada Selama 3 Tahun

Anak Penyanyi Denada, Aisha Aurum diketahui mengidap leukemia sejak 2018. Berikut penjelasan mengenai penyakit kanker darah putih tersebut.

Penulis: Magang4 | Editor: Iwan Satriawan
floridatoday.com
Ilustrasi Anak Mengidap Kanker 

BANGKAPOS.COM - Putri semata wayang Denada, Shakira Aurum yang sudah berganti namanya menjadi Aisha Aurum divonis mengidap leukemia atau kanker darah sejak tiga tahun yang lalu. 

Bermula saat Denada mencurigai lebam biru disekujur tubuh anaknya sepulang dari Eropa bersama keluarga ayahnya.

Namun ia menepisnya dan berpikir itu hanyalah kelelahan saja.

"Biasa orang Jawa, mungkin kecapekan, kita diemin saja. Nafsu makan tetap bagus. Kira-kira berapa hari setelah itu, baru pertama kali dia demam. Orang bisa berpikir itu cuma demam biasa, ah cuma kecapekan," kata Denada seperti dikutip Kompas.com, Kamis (30/1/2020) dalam vlog Ussy Andhika Official

Menghadapi jumlah trombosit Shakira yang sangat rendah, Denada pun terkejut fakta ahwa putrinya mengidap Leukimia.

Lantas apa itu Leukemia atau penyakit kanker sel darah putih yang terjadi karena gangguan pada sumsum tulang belakang yang menghambat tubuh melawan infeksi.

Perlu diketahui bahwa jenis leukemia yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja adalah leukemia limfosotik akut (LLA) yang sifatnya terlalu aktif serta lebih cepat menyebar yang berisiko kematian lebih tinggi.

Ketika seorang mengalami penyakit leukemia, maka jumlah sel darah putih akan lebih besar dari jumlah normalnya. Bahkan, jika dibandingkan dengan jumlah sel darah merah juga lebih banyak. 

Sayangnya, banyak penderita yang jarang mengetahui dan menyadari jika dirinya mengalami leukimia. Parahnya, banyak penderita mengalami kematian karena ketidakmampuan tubuh untuk kembali pada kondisi normal.

Gejala Leukemia

Berikut gejala leukemia pada anak yang perlu diwaspadai melansir Healthline

  • keringat berlebih, terutama di malam hari
  • kelelahan yang tidak hilang dengan istirahat
  • penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • nyeri tulang
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • bintik-bintik merah pada kulit
  • mudah mimisan dan mudah memar
  • demam dan kedinginan

Jika sel kanker telah menyebar ke sistem saraf pusat, dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, dan kejang.

Pengobatan Leukimia 

Leukemia biasanya dirawat oleh ahli hematologi-onkologi yang merupakan spesiasi dalam kelainan darah dan kanker.

Perawatan tergantung pada jenis dan seberapa parah sel kanker tersebut telah menyebar. 

  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia, Anda dapat menggunakan obat tunggal atau kombinasi obat yang berbeda.
  • Terapi radiasi menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk merusak sel-sel leukemia dan menghambat pertumbuhannya. Radiasi dapat diterapkan ke area tertentu atau ke seluruh tubuh Anda.
  • Transplantasi sel induk menggantikan sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang yang sehat, baik Anda sendiri (disebut transplantasi autologus) atau dari donor (disebut transplantasi allologous). Prosedur ini juga disebut transplantasi sumsum tulang.
  • Terapi biologis atau kekebalan menggunakan perawatan yang membantu sistem kekebalan Anda mengenali dan menyerang sel kanker.
  • Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang memanfaatkan kerentanan dalam sel kanker. Misalnya, imatinib (Gleevec) adalah obat target yang biasa digunakan untuk melawan CML. (Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved