Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pasien Isoman Covid-19 Gejala Komorbid dan Keluhan Jadi Prioritas Cek Kesehatan  

Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Gerunggang, Nurlida menyebut, pasien Covid-19 indikasi komorbid atau penyakit penyerta menjadi prioritas utama untuk

Penulis: Magang1 | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Nurlida saat melakukan pengecekan kesehatan pasien isolasi mandiri di Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Jumat (16/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Gerunggang, Nurlida menyebut, pasien Covid-19 indikasi komorbid atau penyakit penyerta menjadi prioritas utama untuk dilakukan pengecekan kesehatan saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Selain itu, Pasien Covid-19 dengan keluhan juga dilakukan pengecekan kesehatan. "Puskesmas itu ada nomor handphone yang bisa dihubungi, jika ada keluhan dan tidak ada keluhan maupun yang ingin dilakukan cek kesehatan kita akan datang. Jadi pasien yang isoman apalagi ada komorbid menjadi prioritas kita untuk memantau," kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (16/7/2021).

Dikatakan Nurlida, untuk pengecekan kesehatan yang dilakukan yakni berupa pengecekan tanda vital seperti tekanan darah hingga saturasi oksigen.

Apabila saat pemeriksaan saturasi oksigen berada di bawah angka 90 persen nantinya akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sekadar informasi dalam dunia kedokteran saturasi oksigen normal adalah 95-100 persen.

"Tanda-tanda vital dan keadaan umum yang kita cek. Kalau gelisah, tidak bisa tidur, saturasi menurun dibawah 90 itu sudah menjadi tugas kita untuk merujuk ke rumah sakit," jelas Nurlida.

Ditambahkan dia, untuk saat ini pasien yang melakukan isoman di lingkup wilayah kerja Puskesmas Gerunggang yakni mereka yang dalam kondisi tanpa gejala hingga gejala ringan.

"Semua yang kita cek tadi saturasi oksigen bagus. Jadi yang dengan gejala sedang hingga berat kita rujuk ke rumah sakit," katanya.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada para pasien isoman di Kecamatan Gerunggang untuk tidak membeli obat dari apotek. Sebab terkait pemenuhan obat-obatan sudah ditanggung oleh pihak Puskesmas.

"Obat-obatan semuanya dari Puskesmas, jadi mereka benar-benar isoman, tidak membeli obat dari apotek dan tidak berobat keluar," ucap Nurlida.

Lebih lanjut, terkait pengecekan sendiri tidak akan dilakukan setiap hari oleh petugas kesehatan. Saat masa isolasi mandiri setidaknya petugas akan melakukan cek kesehatan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 10 hari, selebihnya dilakukan melalui via telepon.

"Pengecekan kerumah tidak setiap hari, kalau kondisi pasien kita keadaannya sehat dan stabil dalam waktu 10 hari itu sampai tiga kali kita berkunjung ke rumah pasien. Selebihnya via telepon dan WhatsApp. Kadang kita yang menghubungi pasien," kata Nurlida. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved