Breaking News:

Human Interest Story

Ustaz Guntur Naik Turun Perahu Demi Mengajarkan Ilmu Agama ke Anak-anak Pengkalen Batu Sejak 2017

Menuju Pengkalen Batu dirinya harus berjalan dan menggunakan perahu karena ada sungai menuju ke sana.

Penulis: Widodo | Editor: khamelia
Ist
Ustaz Guntur saat mengajar mengaji anak-anak warga Pengkalen Batu, Ranggung, Kecamatan Payung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kisah Ustaz Muhammad Guntur (34) warga Irat, Kabupaten Bangka Selatan rela mengajarkan warga Pengkalen Batu mulai dari anak-anak sampai ke orangtua tanpa meminta biaya apapun.

Perjuangan itu sudah ia lakoni sejak tahun 2017 lalu. Tak ada lelah, bahkan patah semangat dalam mengajarkan para warga belajar tentang agama. 

Diketahui, Pengkalen Batu merupakan sebuah RT dan wilayah pelosok yang ada di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan. Namun jarak antar Desa Ranggung dan Pengkalen Batu kurang lebih sekitar 7 Kilometer. 

Baca juga: Pasca Kebakaran, Minat Santri Belajar di Ponpes Tahfidz Guntur Tinggi, 2 Minggu Ada yang Hapal 1 Juz

Banyak pengalaman dan kisah yang diperoleh oleh Ustadz kelahiran 1987 itu. Tentu, sejak 4 tahun yang lalu tempat ia mengajarkan pun masih sederhana yakni di teras-teras rumah warga. Tapi itu bukan penghalang baginya agar masyarakat Pengkalen Batu tau tentang agama. 

Dia menceritakan, pada tahun 2017 Penyuluh Agama dari Kecamatan Payung menugaskan dia ke Pengkalen Batu untuk  bertemu dengan anak-anak, menuju Pengkalen Batu dirinya harus berjalan dan menggunakan perahu karena ada sungai menuju ke sana.

"Bertemu dengan anak-anak Pengkalen Batu saat itu mereka masih takut dan bahkan mereka lari karena jarang interaksi dengan orang-orang luar," kata Ustadz Guntur kepada Bangkapos.com, di rumah Atok Kulop, Selindung Baru Pangkalpinang, Kamis (15/7/2021).

"Jadi pendekatan ke mereka itu dengan bermodalkan mengajarkan doa sehari-hari, ngaji, sholat, dan wudhu dan akhirnya mereka senang dan lengket sampai sekarang. Kalo tahun 2017 itu masih naik perahu, kalau jam 5 itu diantar jalan perahu ke ujung sungai 25 menit nyebrang tapi harus jalan kaki dulu 15 menit untuk sampai ke perahu. Di perahu 25 mnit baru sampai naik motor ke Desa Ranggung," jelas Ustaz Guntur.

Kata Guntur, dari awal dirinya harus memfasiliasi anak-anak seperti membeli buku mereka, keperluan mereka. Sebelum pesantren ada mereka (anak-anak) semua sudah disekolahkan dulu. 

"Saya senang karena anak-anak bisa sekolah dan orang tua mereka pun senang walaupun tidak sekolah tapi anak-anaknya bisa sekolah," jelasnya.

"Alhamdulillah sekarang ada yang kelas 4 SD dan ada yang dari luar sudah kelas 5 dan 6 SD dan ada yang baru ikut gabung. Jadi naik perahu turun perahu ujan panas itu sudah biasa saat menuju lokasi," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved