Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Ustaz Guntur Pemimpin Ponpes Tahfidz Guntur Konsepkan Satu Rumah Satu Penghafal Qur'an

Nama Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pengkalen Batu di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, kian dikenal pascakebakaran yang menghanguskan seisi pondok.

Penulis: Widodo | Editor: El Tjandring
IST/Ahmadi Sofyan
Anak-anak santri warga Pengkalen Batu, Ranggung, Kecamatan Payung belajar tentang agama. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nama Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pengkalen Batu di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan kian dikenal pascakebakaran yang menghanguskan seisi pondok.

Bangunan menjadi tempat Ponpes Tahfidz Pengkalen Batu itu digunakan baru Februari 2021 dan kejadian pada Juni 2021 itu. Ustaz Guntur menjadi Pemimpin pondok sekaligus mengajarkan para santri.

Pembina Pondok Pesantren Tahfidz Guntur, Ahmadi Sofyan menyebutkan, bangunan itu tidak ada apa-apanya.

Menurutnya, sejak tahun 2017 lalu pesantren itu sudah ada yakni kegigihan Ustaz Guntur mengajarkan anak-anak berilmu agama. Bahkan saat itu belum ada tempat untuk mengajar.

"Perlu masyarakat tahu pesantren itu dibangun sejak dulu yaitu Ustadz Guntur sudah punya pesantren yaitu ruhnya, karena beliau dari tahun 2017 sudah di Pengkalen Batu membina anak-anak dan pesantren itu belum ada.”

“Jadi perlu diketahui Ustaz Guntur membina anak-anak dan warga Pengkalen Batu sejak 2017. Mereka baru tau sedikit tentang agama karena kegigihan Ustaz Guntur menggunakan perahu dan mengajarkan ilmu agama," jelas Ahmadi Sofyan.

"Sejak dulu Ustadz Guntur sudah mengajarka ilmnu agama. Melihat kegigihan, perjuangan beliau tersentuh hati kita. Jadi pesantren itu adalah beliau, bukan bangunannya tetapi beliaunya. Oleh karena itu nama pesantren itu diberikan nama beliau yaitu Pondok Pesantren Tahfizh Guntur. Tetapi ketika bangunannya ludes terbakar, bagi saya itu tidak penting, tetapi yang penting anak-anak selamat, beliau selamat," lanjutnya.

Dia menambahkan, memang pesantren itu dirinya dan rekan-rekan yang mengurus dan mengelola dari segi manajemen atau lainnya, tetapi pemimpinnya beliau (Ustaz Guntur) dan tak akan tergantikan.

"Kami berterima kasih walaupun kami tidak mengharapkan musibah itu terjadi. Kami tidak siap dikenal, tetapi karena musibah itu jadi terkenal, karena niatnya Ustaz Guntur dan kita untuk anak-anak Pengkalen Batu dulu punya konsep "Satu Rumah Satu Penghafal Qur'an," bebernya.

Namun karena musibah kemarin jadi terkenal dan berduyun-duyun orang daftarin anaknya ke Ponpes Tahfidz Guntur Pengkalen Batu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved