Breaking News:

Idul Adha

Niat Puasa Tarwiyah, Puasa Arafah dan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha

Cara mengerjakan Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah sama dengan puasa lainnya. Hanya saja yang membedakan adalah niatnya.

Editor: fitriadi
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Niat Puasa Tarwiyah, Puasa Arafah dan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha 

Puasa ini dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat muslim, selain karena keutamaannya.

Puasa ini memiliki sejarah yang cukup sakral, yakni tentang definisi Tarwiyah atau proses berpikir Nabi Ibrahim AS saat menerima mimpi pada malam 8 Zulhijah.

Dalam mimpi itu, Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, yaitu Nabi Ismail AS.

Sejak malam itu, Nabi Ibrahim berpikir hingga kemudian tetap diberi mimpi sama pada 9 Zulhijah, yakni perintah menyembelih putranya.

Hingga kemudian, pada 10 Zulhijah barulah perintah itu diwujudkan dengan menggantinya dengan seekor domba.

Dengan mengerjakan puasa Tarwiyah umat Islam dimotivasi dengan keutamaan yang berupa dihapusnya dosa selama satu tahun.

Namun, hadits riwayat Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar itu dinilai bermasalah oleh sebagian ahli hadis.

Namun begitu, anjuran untuk berpuasa pada 10 hari pertama bulan Zulhijah dapat ditemukan dari dalil umum, seperti hadis riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Selain itu, hadis lain juga memperkuat anjuran amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved