Breaking News:

Utang Indonesia Mencapai Rp 6.013 Triliun dan Negara Kecil Ini Sebagai Pemberi Utang Terbanyak

Utang Indonesia mencapai Rp 6 ribu triliun lebih dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor: Alza Munzi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 6.000 triliun hingga Mei 2021 

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (27/6/2021), berikut adalah daftar 10 negara pemberi utang tertinggi untuk Indonesia:

1. Singapura: 68,02 miliar dollar AS 

2. Amerika Serikat: 30,82 miliar dollar AS

3. Jepang: 28,15 miliar dollar AS

4. China: 21,45 miliar dollar AS

5. Hong Kong: 13,24 miliar dollar AS

6. Negara Asia lainnya: 10,39 miliar dollar AS

7. Korea Selatan: 6,48 miliar dollar AS

8. Negara-negara sindikasi: 5,85 miliar dollar AS

9. Belanda: 5,74 miliar dollar AS

10. Jerman: 5,57 miliar dollar AS

Mengenai persoalan ini, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna, mengatakan bahwa utang pemerintah meningkat akibat pandemi Covid-19. 

Pertumbuhan utang dan biaya yang ditanggung pemerintah pun sudah melampaui pertumbuhan PDB nasional.

“Ini memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah dalam membayar utang dan bunga utang,” kata Agung, dilansir Harian Kompas melalui Kompas.com, Sabtu (26/6/2021).

Beberapa indikator memperlihatkan tingginya risiko utang dan beban bunga utang pemerintah.

Pada tahun 2020, rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan negara mencapai 19,06 persen.

Di sisi lain, IMF merekomendasikan rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan negara sebesar 7-10 persen dan standar International Debt Relief (IDR) sebesar 4,6-6,8 persen.

Masih di periode tahun 2020, rasio utang terhadap penerimaan negara menyentuh angka 369 persen. Sementara itu, IMF hanya merekomendasikan 90-150 persen dan standar IDR 92-167 persen.

Kemudian, rasio pembayaran utang pokok dan bunga ULN terhadap penerimaan transaksi beralan pemerintah di tahun 2020 mencatat angka 46,77 persen.

Angka ini juga sudah melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35 persen, namun masih dalam kisaran standar IDR, yakni 28-63 persen.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com/kompas.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved