Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

79 Warga Kabupaten Bangka Positif Covid-19, Satu Meninggal Dunia, Zona Merah Naik Jadi 20 Wilayah

Penyebaran Covid-19 masih terus terjadi.  Pada Minggu (18/7/2021) ini di Kabupaten Bangka, 79 orang warga dinyatakan terpapar Virus Corona, sembuh 29

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Fery Laskari
istimewa
Operasi Yustisi di sebuah Warkop di Kecamatan Pemali Bangka, Sabtu (18/7/2021) dipimpin Kapolsek Pemali Ipda Reza Irawan .(Ist) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Penyebaran Covid-19 masih terus terjadi.  Pada Minggu (18/7/2021), di Kabupaten Bangka, 79 orang warga dinyatakan terpapar Virus Corona, sembuh 29 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Boy Yandra, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangka mengatakan, warga yang meninggal dunia adalah R (61), perempuan asal Desa Kace Kecamatan Mendobarat. "Meninggal 1 orang Warga Kace Kecamatan Mendobarat. Penambahan warga terkonfornasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka 79 orang dan sembuh 29 orang," kata Boy, Minggu (18/7/2021). 

79 warga yang terkonfirmasi positif itu menurut Boy, tiga di antaranya adalah Balita. Sedangkan R warga yang meningggal sebelumya dirawat Rumah Sakit RSBT Pangkalpinang, selanjutnya dikebumikan di TPU Air Poh menggunakan prosedur pemakaman Pasien Covid-19.

Sementara itu total di Kabupaten Bangka sudah 115 orang meninggal dunia. Total warga terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5.608 orang, sembuh 4.755 orang. Sementara warga yang masih dalam perawatan baik ICU, isolasi, karantina dan Isoman sebanyak 738.

Pada data tersebut wilayah kecamatan yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19 adalah Kecamatan Sungailiat 2.387 orang,  Pemali 975 orang dan Belinyu 769 orang. Sebaran warga meninggal dunia antara lain Kecamatan Sungailiat 39 orang, Belinyu 33 orang, Riausilip 11 orang, Mendobarat 9 orang, Merawang 7 orang,  Pemali 7 orang, Bakam 5 orang dan Puding Besar 4 orang 

"Wilayah Kecamatan Sungailiat, Belinyu dan Pemali menjadi fokus tim penanganan Covid-19 karena tertinggi di Kabupaten Bangka penyebaran Covid-19," katanya.

Sementara itu, Zona Merah di Kabupaten Bangka naik menjadi 20 wilayah terdiri atas 10 kelurahan dan 10 desa. Menurut Boy, Wilayah Zona Merah tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sungaliat, Kecamatan Belinyu, Kecamatan Riausilip, Kecamatan Merawang dan Kecamatan Riausilip.

"Dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bangka hanya dua kecamatan yang tidak ada zona merahnya, yang Kecamatan Puding Besar dan Kecamatan Bakam," tambah Boy.

Zona Merah di Kecamatan Sungaliat antara lain Kelurahan Sungailiat, Srimenanti, Kudai, Sinarjaya-Jelutung, Paritpadang dan Bukitbetung. Sedangkan Kecamatan Belinyu antara lain Kelurahan Belinyu, Kelurahan Kutopanji, Kelurahan Bukitketok, Kelurahan Mantung, Desa Gunungmuda dan Desa Ridingpanjang .

Di Kecamatan Merawang antara lain Desa Ridingpanjang dan Desa Berurusan. Di Kecamatan Pemali yakni Desa Karyamakmurdan Desa Airuai. Selanjutnya di Kecamatan Riausilip yakni Desa Riau dan Desa Silip. Terakhir di Kecamatan Mendobarat Desa Kace.  "Jadi di Kecamatan Sungailiat dan Belinyu masing masing ada enam wilayahnya masuk zona merah," kata Boy. 

Menindaklanjuti adanya peningkatan Wilayah Zona Merah tersebut menurut Boy, Pihak Dinkes Bangka, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, TNI Polri serta instansi lainya berusaha memutus rantai penyebaran Covid-19, seperti gencar melakasanakan 3T saat ada warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu juga dilaksanakan swab rapid antigen massal ke wilayah-wilayah yang meningkat penyebaran. di mana hingga saat ini Dinkes Bangka telah melaksanakan 12.671 kali swab dab PCR. "Kita terus berupaya keras memutus penyebaran Covid-19 di wilayah wilayah yang ada di Kabupaten Bangka," tambah Boy.

Tak hanya itu saja menurut Boy,  setiap malam dilaksanakan Operasi Yustisi penegakan disiplin Prokes Covid-19 di berbagai wilayah. Operasi Yustisi ini dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten maupun tim kecamatan besama TNI dan Polri serta instansi lainya. Operasi yang dilaksanakan, baik di tempat tempat umum yang kerap ada kerumunan warga seperti Warkop dan kafe juga menyasar warga yang melintas berkendaraan di jalan raya.

Mereka yang kedapatan tidak melaksanakan aturan Prokes langsung dilakukan rapid antigen. Jika didapati reaktif maka langsung diisolasi dengan tindak lanjut dilakukan PCR. "Terbukti dalam berapakali Operasi Yustisi setelah dilaksanakan rapid dan swab ada warga yang ternyata positif. Mari laksanakan Prokes Covid-19,  mencegah anda menularkan atau tertular Covid-19," imbaunya. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved