Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kisah Penjual Daun dan Sarung Ketupat di Pasar Pagi, Raup Omzet Satu Juta-an Sehari

Hari raya Idhuladha 1442 Hijriah masih dua hari lagi. Banyak yang harus dipersiapkan oleh masyarakat. 

Penulis: Widodo | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Widodo
Arup (41) penjual daun dan sarung ketupat di depan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Minggu (18/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hari raya Idhuladha 1442 Hijriah masih tinggal dua hari lagi. Banyak yang harus dipersiapkan oleh masyarakat. 

Tak terkecuali dengan daun dan sarung ketupat. H-2 Idul Adha ini tampaknya cukup banyak para penjual daun ketupat di pinggir jalan depan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang

Tampak daun ketupat dan sarung ketupat tergantung rapi di tempat yang cukup sederhana itu. Sementara para pengunjung pasar lalu lalang di sekitarnya. 

Penjual daun dan sarung ketupat itu, Arup (41) warga Kace, Kecamatan Mendo Barar. 

Sejak pagi tadi dirinya mulai menjual daun dan sarung ketupat serta daun lepet di depan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang.

Harganyapun beragam, tergantung jumlah butir dan lembarnya.

"Harga daun ketupat Rp15.000 per 30 lembar. Tali lepet isi 50 lembar Rp10.000. Daun lepet Rp10.000 isi 10 lembar dan sarung ketupat Rp25.000 isi 20 butir," kata Arup saat ditemui Bangkapos.com, Minggu, (18/7/2021).

Sarung ketupat ini sudah berbentuk kerangka ketupat dan hanya diisi beras nantinya. Sedangkan daun ketupat belum berbentuk kerangka hanya sebatas daun.

Menurut Arup, sampai siang ini baru 10 ikat yang terjual. Jika dibandingkan dengan kemarin lebih banyak kemarin, Jumat (17/07/2021).

"Orang yang beli daun ketupat sudah 10 ikat digabung semuanya. Kalau kemarin lebih banyak, omzet sekitar Rp1.900.000 sehari," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved