Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Meski Sejumlah Wilayah Kabupaten Bangka Masuk Zona Merah, Salat Iduladha Tetap Boleh Dilaksanakan  

Pelaksanaan Salat Iduladha 1442 Hijriah tetap boleh dilaksanakan meskipun sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka masuk dalam Zona Merah

Penulis: Magang2 | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
ILUSTRASI: Suasana ketika Salat Idul Adha 1436 H Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Dok) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pelaksanaan Salat Iduladha 1442 Hijriah tetap boleh dilaksanakan meskipun sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka masuk dalam Zona Merah.

Dua hari lagi Umat Muslim akan merayakan Lebaran Haji atau Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah yang jatuh pada Tanggal 20 Juli 2021.

Sementara itu saat ini, sejumlah wilayah kelurahan dan desa di kabupaten Bangka masuk dalam kategori Zona Merah.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2021 tentang pelaksanaan Salat Iduladha 1442 H, diketahui bahwa wilayah dalam Zona Merah ataupun oranye diperbolehkan untuk tidak Salat Id berjamaah di masjid maupun di lapangan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangka, Syaipul Zohri menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada instruksi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka untuk meniadakan Salat Id di wilayah yang masuk zona merah.

Sehingga kata Syaipul, bahwa wilayah yang zona merah tetap boleh melaksanakan Salat Id berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.

"Boleh dilaksanakan asal tetap disiplin Prokes dan kalau bisa di tempat yang luas dan terbuka," kata Syaipul saat dihubungi oleh Bangkapos.com, Minggu (18/7/2021) sekitar Pukul 16.00 WIB.

Menurut Syaipul, Salat Id dapat tetap dilakukan mengingat kelurahan ataupun desa yang masuk zona merah di Kabupaten Bangka memiliki luas wilayah yang berbeda-beda.

"Dalam satu keluarahan/desa masjidnya kan ada banyak, jadi menyesuaikan saja, kan enggak semua sudah di wilayah tersebut banyak orang positif covidnya," ujarnya.

Namun kata Syaipul, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan takbir keliling apapun alasannya.

Jika memang hendak melaksanakan takbir, sebaiknya dilaksanakan di masjid saja dan tetap membatasi jumlah jemaahnya.

Sementara itu, perihal pemotongan hewan kurban, masyarakat tidak diperbolehkan datang masjid.

"Yang boleh datang dan menyaksikan hanya panitia kurban dan orang yang berkurban," jelas Syaipul.

Sedangkan untuk pembagian hewan kurban akan diantarkan langsung oleh panitia kurban ataupun pejabat RT yang mendatangi rumah-rumah penerima kurban.

"Jadi enggak perlu pakai-pakai kupon dan berkerumun datang ke masjid," tegasnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved