Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pembatasan Mobilitas Iduladha, Satgas Covid Bangka Belitung Sarankan Salat Id di Rumah

Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 15 tahun 2021 tentang pembatasan mobilitas masyarakat

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 15 tahun 2021 tentang pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha di masa pandemi Covid-19. 

Kebijakan ini akan efektif berlaku selama periode tanggal 18-25 Juli 2021.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, berdasarkan surat edaran dari satgas Salat Id baiknya dilakukan di rumah, tanpa harus berkerumun.

"Sesuai dengan edaran dari Satgas Covid-19 pusat untuk salat ied himbaunya untuk dilakukan di rumah saja. Karena sudah dalam kondisi merah saat ini,"jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Minggu (18/7/2021).

Selain itu, untuk penyerahan hewan kurban  dia meminta dilakukan dengan door to door atau panitia kurban yang memberikan langsung ke rumah warga.

"Tentunya ini dilakukan untuk menghindari kerumunan, dan juga berkaitan dengan silaturahmi himbauan Satgas juga dilakukan dengan berkomunikasi melalui handphone saja karena melihat zona merah saat ini,"kata Mikron. (Bangkapos/Riki Pratama)

Berikut Pembatasan kegiatan peribadatan pada hari raya ldul Adha 1442 Hijriah dalam  Surat Edaran nomor 15 tahun 2021:

A. Kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah ditiadakan sementara dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah untuk wilayah yang menerapkan PPKM Darurat (Kabupaten/Kota di Pulau Jawa dan Bali dengan hasil asesmen level 3 dan 4, serta Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa dan Bali dengan hasil asesmen level 4). 

Wilayah yang menerapkan PPKM Diperketat (Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa dan Bali dengan hasil sesmen level 4) dan Kabupaten/Kota Zona Merah dan Zona Oranye di luar PPKM Darurat/

B. Kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah di rumah ibadah dibuka dengan pembatasan kapasitas jemaah maksimal 30% untuk wilayah yang tidak menerapkan PPKM Darurat maupun PPKM Mikro Diperketat (Kabupaten/Kota di Pulau Jawa dan Bali dengan hasil asesmen level 1 dan 2, Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa dan Bali dengan hasil asesmen level 1,2 dan 3, serta Kabupaten/Kota Zona Kuning dan Zona Hijau).

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved