Breaking News:

Berita Bangka Barat

Idul Adha 1442 Hijriah Dalam Suasana Pendemi, Ini Poin-poin Pelaksanaan dari Kemenag Bangka Barat

Menjelang hari raya Iduladha 1442 Hijriah, Kepala Kemenag Bangka Barat, Syarifudin mengingat masyarakat untuk ketat menjalankan protokol kesehatan.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Kantor Kemenag Bangka Barat, Syarifudin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang hari raya Iduladha 1442 Hijriah, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bangka Barat Syarifudin mengingat masyarakat untuk ketat menjalankan protokol kesehatan.

Untuk salat Idul Adha 1442 Hijriah kali ini pun Syarifudin mengatakan, ada beberapa poin yang harus dilaksanakan baik untuk masyarakat ataupun pengelola masjid.

"Kalau zona orange, hijau, silakan tetap pakai prokes, khusus yang menerapkan PPKM zona merah itu ditiadakan, Kemudian idul adha di samping prokes yang ketat artinya juga kapasitas 50 persen dari masjid atau halaman," ujar Syarifudin, Senin (19/07/2021).

Tak hanya itu Syarifuddin pun menegaskan takbir keliling dilarang, guna mengantisipasi kerumunan dan menekan penyebaran Covid-19.

Hal ini menyusul adanya surat edaran nomor 15 tahun 2021, tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat hari raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah.

"Kegiatan takbir keliling dilarang, kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushalla. Malam takbiran pada prinsipnya, dapat dilaksanakan di semua masjid atau mushalla," katanya.

Sementara itu untuk pelaksanaan hewan kurban, disarankan untuk melakukan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

"Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12 dan 13, Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban. Terkait keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH, dapat dilakukan di luar RPH dengan protokol kesehatan yang ketat," tegasnya.

Tak hanya itu, untuk pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat disarankan pihak masjid tidak menggunakan sistem kupon agar tidak adanya kerumunan atau antrian di Masjid.

"Kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban, serta disaksikan oleh orang yang berkurban. Pendistribusian daging dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing, dengan meminimalkan kontak fisik," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved