Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Jatuh di Kamar Mandi Tak Sadarkan Diri, 2 Kali di Swab Positif Covid-19

Satu lagi pasien positif covid-19 meninggal dunia di Belitung Timur, Sabtu (17/7) pukul 14.30 WIB.

Penulis: tidakada001 | Editor: Agus Nuryadhyn
(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)
RSUD Belitung Timur (Beltim). 

BANGKAPOS.COM -- Satu lagi pasien positif covid-19 meninggal dunia di Belitung Timur, Sabtu (17/7) pukul 14.30 WIB.

Kali ini seorang lelaki berusia 67 tahun berinisial M warga Desa Baru Manggar meninggal setelah tidak sadarkan diri selama satu jam di RSUD Belitung Timur.

Direktur RSUD Belitung Timur dr Vonny Primasari mengatakan saat sampai di IGD pasien sudah tidak sadarkan diri. Saat diperiksa, tekanan darah, nadi, ataupun saturasi oksigen sudah tidak terbaca.

“Pasien juga kami swab antigen ternyata positif covid-19. Diswab sebanyak dua kali dan hasilnya sama. Pasien mengalami apneu dan EKG-nya esistol jadi dinyatakan meninggal dunia pukul 14.40 WIB,” kata dr Vonny.

Kemudian pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Dinkes tentang pemulasaran dan pemakaman jenazah. Pukul 18.00 WIB pasien dibawa oleh BPBD untuk dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan di Perkuburan Umum Desa Baru, Manggar.

Kasus ini merupakan kasus kematian ke-24 di Belitung Timur setelah kemarin malam juga warga Desa Baru meningggal dunia karena covid-19.

A anak M pasien yang meninggal dunia terpapar covid-19 mempertanyakan penanganan orangtuanya di RSUD Belitung Timur.

A menyatakan bahwa orangtuanya yang meninggal kemarin Sabtu (17/7) pukul 14.40 WIB hanya jatuh dari kamar mandi lalu tidak sadarkan diri.

“Karena kami tidak mendahului kehendak Allah SWT, kami memastikan keadaan beliau dan membawanya ke rumah sakit. Namun kami tidak mendapat pelayanan se­bagaimana mestinya. Dibiarkan beberapa saat, dites antigen lalu dinyatakan covid-19 oleh petugas,” kata A kepada harian ini, Minggu (18/7).

Lalu, lanjut A, dengan inisiatifnya dia meminta swab antigen terhadap dirinya dan semua anggota keluarganya di rumah sakit tersebut. Dari sekitar 10 orang anggota keluarganya tak satu pun yang hasil swab antigennya positif.

“Padahal saya dan keluarga satu rumah dan terus-terusan merawat bapak saya di rumah sampai dibawa ke rumah sakit,” kata A.

Dia juga menyayangkan penanganan pasien di RSUD Belitung Timur yang menurutnya kurang maksimal. A meminta pihak rumah sakit mengklarifikasi terkait penanganan pera­watan bapaknya selama di rumah sakit.

Terpisah, saat dihubungi posbelitung.co, Direktur RSUD Belitung Timur dr Vonny Primasari sudah mengetahui tentang persoalan ini. Dia menyatakan akan segera membuat klarifikasinya.

“Kami dari RSUD melalui humas RSUD sedang menyusun klarifikasinya,” kata dr Vonny. (s1)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved