Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Evri, Saksikan Pasien Meninggal Dunia Setiap Hari, Terpaksa Buang Hajat di Depan Jenazah  

Pengalaman sedih dan tak akan terlupakan diceritakan Evri Susanto (49), seorang penyintas Covid-19 asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Penulis: Magang1 | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Tangkapan layar live streaming kisah sukses para penyintas melawan Covid-19 yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto (Kiri atas) bersama Evri Susanto (Kanan atas) dan Cinang Lukianto (bawah).  

BANGKAPOS.COM , BANGKA – Pengalaman sedih dan tak akan terlupakan diceritakan Evri Susanto (49), seorang penyintas Covid-19 asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Evri mengaku menyaksikan langsung keganasan Virus Corona yang merenggut nyawa sesama Pasien Covid-19 di Sebuah rumah sakit terbesar di Surabaya, tempat mereka diisolasi. 

Hal itu diceritakan Evri saat live streaming kisah sukses para penyintas melawan Covid-19 yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto, Jumat (16/7/2021) malam.

Cerita bermula saat Evri menjalani isolasi di rumah sakit selama 23 hari setelah terpapar Covid-19 Tanggal 16 Juni 2020 lalu.

Saat dinyatakan positif Covid-19 ia langsung dirujuk ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit untuk menjalani perawatan. Akan tetapi sayangnya, setelah sampai di sana Evri harus menunggu semalaman agar mendapatkan kamar.

“Hari itu saya datang jam 19.30 WIB baru dapat kamar jam 10.30 WIB besok hari, sempat menginap di IGD,” kata dia.

Setelah masuk ke ruangan isolasi, di situlah karyawan swasta di sebuah pabrik rokok ini memulai pengalaman sedih sekaligus diuji mentalnya.

Saat itu, kata Evri, ada 12 Pasien Covid-19 dalam satu ruangan yang juga menjalani isolasi dan berbaring di kanan, kiri dan bawahnya.

Bahkan ada beberapa pasien mengalami perburukan kondisi akibat Virus Corona terus menggerutu tak jelas lantaran hingga meminum air seni di pispot milik pasien lain lantaran tak kuat menahan sakit yang diderita.

“Waktu masuk kamar itu saya antara sadar dan tidak, saya melihat seseorang berbicara sendiri dengan mengatakan panas. Dia tidak mau tidur di kasur, cuma pakai celana dalam. Dia juga minum air kencing yang ada di bawah kasur pasien lainnya,” ucap Evri.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved