Breaking News:

Satgas Penanganan Covid-19 Babel Ingatkan Warga Jangan Abai Apalagi Menyepelekan Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat untuk membiasakan menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M

Editor: rusmiadi
Satgas Penanganan Covid -19 Bangka Belitung
Grafis sebaran kasus Covid-19 di Bangka Belitung hingga Minggu (18/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat untuk membiasakan menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M yakni, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari kerumunan, dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian dari tanggung jawab dan kesadaran kolektif agar pandemi Covid-19 ini bisa terkendali dan segera berakhir.

“Jangan abai apalagi menyepelekan Covid-19 karena sudah banyak korban terpapar, yang sembuh dan kembali sehat pun juga banyak, namun tidak sedikit yang kemudian tak tertolong dan berujung kepada kematian atau meninggal dunia,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Minggu (18/7/2021).

Seperti diketahui sepanjang 1-18 Juli 2021 kasus positif Covid-19 di Babel bertambah sebanyak 5.585 orang. Sedangkan yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 2503 orang. Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 sebanyak 128 orang.

Andi mengatakan penguatan PPKM mikro menjadi hal utama yang harus dilakukan saat ini di Babel untuk menekan laju kasus positif.

Pemerintah pusat telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19, dengan memperhitungkan kondisi sosial, ekonomi, politik Indonesia dan juga pengalaman negara lain.

Sehingga disimpulkan bahwa PPKM mikro masih menjadi cara penanganan yang paling efektif, karena dilakukan hingga tingkat terkecil dan dapat berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat.

Untuk itu, Satgas meminta agar mekanisme koordinasi dan pembagian peran dalam menjalankan PPKM mikro dilakukan dengan benar dan seefektif mungkin.

Dalam rangka pencegahan, lurah atau kepala desa sebagai pengendali posko wajib berkoordinasi dengan Ketua RW, untuk mendata kasus positif di tingkat RT di wilayah masing-masing, serta bersama Babinsa dan Babinkamtibmas memantau kepatuhan protokol kesehatan dan memberikan edukasi seputar Covid-19.

Selanjutnya, lurah atau kepala desa berkoordinasi juga dengan puskesmas tingkat kecamatan, puskesmas pembantu dan pos kesehatan kelurahan/desa, untuk melakukan testing pada pasien Covid-19 dan kontak eratnya yang dilanjutkan dengan tracing dibantu oleh TNI/Polri.

Terakhir, puskesmas dapat melakukan treatment dan pengawasan pada pasien isolasi mandiri, dan merujuk pasien dengan gejala sedang-berat ke tempat isolasi terpusat (wisma karantina) atau rumah sakit rujukan.

Hingga Minggu (18/7/2021) kasus Covid-19 di Babel secara kumulatif mencapai 26.777 orang, selesai isolasi atau sembuh dari Covid-19 sebanyak 22.371 orang, meninggal dunia 455 orang. Ada sebanyak 3.951 orang orang masih dirawat atau menjalani karantina dan isolasi.(*)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved