Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hari Raya Iduladha, Wali Kota Pangkalpinang Akui Sedih Kehilangan Satu Rusa

Dari semalam Molen kesal dan sangat sedih, lantaran satu rusa totol yang ia dapatkan langsung dari Istana Kepresidenan Bogor mati.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Rusa totol di halaman rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (20/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Usai melaksanakan salat Iduladha berjamaah di rumah dinasnya, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengaku kepada Bangkapos.com sedih sejak semalam hingga pagi ini.

Dari semalam ia kesal dan sangat sedih, lantaran satu rusa totol yang ia dapatkan langsung dari Istana Kepresidenan Bogor mati.

Kata Molen, semalam ia sudah berusaha menyelamatkan satu ekor rusa itu namun tidak bisa lagi diselamatkan.

"Semalam sudah saya tepok-tepok, kami berusaha dulu, panggil dokter ternyata sudah tidak bisa lagi diselamatkan," ujar Molen sambil menatap lamat-lamat kandang rusa di halaman rumah dinasnya kepada Bangkapos.com, Selasa (20/7/2021).

Padahal, beberapa waktu lalu baru saja ia bergembira lantaran rusa totol yang ia rawat itu melahirkan dan anaknya selamat.

Sebelumnya ada lima rusa totol yang ia dapatkan, melahirkan dua jadi tujuh. Dan Senin malam (19/7) kemarin mati satu tersisa enam.

"Jujur sedih bener saya, sempat kesal semalam tidak bisa lagi diselamatkan. Karena hujan jadi dia kembung, pagi tadi sudah dikuburkan benar-benar sedih saya," sebutnya.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen).
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Molen menyebut, padahal semua makanan rusa sudah ia berikan yang berkwalitas agar terawat dan selalu sehat.

"Padahal makannya sudah saya berikan yang berkwalitas semua, agar menjadi bukti pemberian orang itu kita rawat betul-betul. Yang matinya sudah besar kan sayang, kasihan juga," pungkasnya.

Kini rusa totol yang dipanggil Molen Bonang (Bogor Pangkalpinang) di halaman rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang itu tersisa enam ekor, dua peranakan dan empat yang besar.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved