Breaking News:

Virus Corona

Kapten Kapal dan 14 ABK Isolasi Mandiri di Tengah Laut, Mereka Rajin Berenang Agar Hati Tetap Senang

“Jadi dokter kami adalah istri masing-masing, melalui video call mereka menyarankan kami untuk merebus jahe hingga minum minyak kayu putih,” kata Luki

Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com
Tangkapan layar live streaming kisah sukses para penyintas melawan Covid-19 yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto (Kiri atas) bersama Evri Susanto (Kanan atas) dan Cinang Lukianto (bawah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Cinang Lukito bersama 14 anak buah kapalnya (ABK) menjalankan isolasi mandiri di tengah laut.

Luki, begitu ia kerap disapa, mengisi kapal dengan stok kebutuhan makan minum dan obat-obatan serta vitamin yang cukup.

Mereka menjalankan isolasi mandiri di laut, jauh dari daratan.

Cerita ini ia sampaikan saat Bangkapos.com berkesempatan melakukan wawancara khusus saat live streaming kisah sukses para penyintas melawan Covid-19 yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto, Jumat (16/7/2021) malam.

Luki bercerita bagaimana awal mula mereka bisa menjalani karantina di atas kapal.

Pada saat itu Luki yang merupakan seorang Kapten kapal sedang mengangkut penumpang yang hendak berlayar dari Sorong menuju Yellu, Papua Barat.

Waktu itu juga ia tak mengetahui jika ada penumpang yang terpapar Covid-19 dan menularkan kepada anak buah kapal (ABK) tersebut.

“Penumpang kita waktu itu ada banyak sekitar 104 orang. Waktu itu belum ada peraturan yang mewajibkan penumpang melampirkan bukti rapid tes antigen maupun tes polymerase chain reaction (PCR-red,” kata Luki.

Singkat cerita, lanjut Luki, setelah 24 jam berlayar ternyata satu ABK diduga terpapar Corona lantaran memiliki gejala seperti demam dan sesak napas.

Namun selang beberapa hari sudah mulai membaik.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved