Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Meski Pandemi Covid-19, Masjid Jamik Pangkalpinang Alami Peningkatan Pekurban

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia ternyata tak membuat masyarakat mengurungkan niat berkurban di hari raya Iduladha 1442 Hijriah.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Panitia kurban di Masjid Jamik Pangkalpinang saat melakukan pemotongan daging kurban. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia ternyata tak membuat masyarakat mengurungkan niat berkurban di hari raya Iduladha 1442 Hijriah.

Seperti halnya yang terjadi di Masjid Jami Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel). Jumlah hewan kurban yang diterima pantia masjid mengalami kenaikan sebesar 30 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Kita juga tidak menyangka di tengah pandemi seperti ini ternyata lebih banyak dari pada tahun sebelumnya," kata Ketua Panitia Kurban Masjid Jami Pangkalpinang, Nursidi kepada Bangkapos.com, Selasa (20/7/2021).

Dikatakan Nursidi, jumlah hewan kurban yang diterima Masjid Jamik tahun ini sebanyak 30 ekor. Rinciannya terdiri dari 18 sapi dan 12 kambing.

Sedangkan untuk tahun kemarin sebanyak 25 ekor, terdiri dari 15 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

"Kami sudah menyiapkan 615 kupon yang kita bagikan kepada mereka yang berhak menerima daging kurban. Satu bungkusya seberat 2 kilogram daging," terangnya.

Selain itu, mekanisme pembagian daging kurban lanjut Nursidi, pihaknya akan menerapkan sistem per rukun tetangga (RT) yang ada di Kelurahan Masjid Jami, Kecamatan Rangkui.

Masyarakat per RT akan dipanggil satu per satu menggunakan pengeras suara pada jam yang telah ditentukan.

Bagitu juga saat pemotongan hewan kurban, panitia masjid sengaja menutup pintu akses masuk ke area masjid guna menghindari kerumunan masyarakat yang ingin menyaksikan penyembelihan hewan.

Akan tetapi, untuk pekurban sendiri tetap diperbolehkan masuk guna menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya.

"Masyarakat yang datang ke masjid, tetapi satu per satu kita panggil melalui pengeras suara gerbang agar tidak berkerumum akses yang kita gunakan hanya satu gerbang," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved