Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Polda Babel Tetapkan 7 Tersangka Perusakan KIP CBL di Perairan Air Antu, Ditaksir Rugi Rp 8,7 M

Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan 7 orang terduga pelaku kekerasan dan perusakan KIP Citra Bangka Lestari (CBL) di perairan Air Antu

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Konferensi Pers terduga pelaku kekerasan dan perusakan KIP Citra Bangka Lestari (CBL) di perairan Air Antu Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kamis (15/7/ 2021) lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim gabungan Direktorat polairud dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum)  Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan 7 orang terduga pelaku kekerasan dan perusakan KIP Citra Bangka Lestari (CBL) di perairan Air Antu Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kamis (15/7/ 2021) lalu.

Mereka adalah Suhardi alias Ngikiw, Heri Susanto alias Nawi, Edi Hawanto alias Ahaw, Panisila alias Renyek, Haryadi alias Beje, Arman Juriadi,  dan Yuliantara alias Kadir.

Ketujuh orang tersebut diamankan di sejumlah lokasi.  Ada juga yang dijemput dari kediaman mereka masing- masing. Saat ini status mereka resmi menjadi tersangka.

Polisi juga mengamankan barang bukti 1 unit Kapal Isap Produksi KIP CBL, 1  unit receiver CCTV, kayu sebanyak kurang lebih 100  batang, 3 kayu pelawan, 1 pompa oli, 1  Jam dinding, 2 buah pecahan Bola Lampu, 2 pecahan Kamera CCTV,  1 mangkok kayu, 1 batang kayu/ gagang cangkul, 1 Kepala Sapu dan 1 buah jerigen.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menyebut tujuh orang yang diamankan ini, diduga kuat terlibat tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang serta perusakan.

Dari hasil penyelidikan dan barang bukti yang pihaknya peroleh ketujuh orang tersebut pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tujuh orang ini diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka serta telah dilakukan penahan di Mapolda Babel, setelah dinyatakan cukup bukti dan memenuhi unsur pidana," kata Anang, pada konfrensi Pers, Selasa (20/7/2021) sore tadi.

Menurut Anang, modus operandi para pelaku bersama - sama berangkat dari pantai Air Antu,  menggunakan perahu untuk naik keatas KIP CBL.

Setelah sampai mereka meringsek naik dan langsung melakukan kekerasan dan pengerusakan di seluruh bagian kapal dengan menggunakan alat berupa kayu dan besi.

"Akibat aksi itu, manajemen KIP CBL ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 8.700.000.000 (delapan miliar tujuh ratus juta rupiah)," beber Anang.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved