Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tiga Saudara Kandung Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster Senilai 10 Miliar di Perairan Bangka

Tiga saudara kandung ini hanya bisa tertunduk saat dihadapkan ke publik. Apalagi saat ini status ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Rinto (40) (Motoris), Resad (31) (Abk), dan Mat Diah (26) (Abk), tiga tersangka pengangkut 13 bok baby lobster, hanya bisa pasrah ketika digiring ke ruang konferensi pers Mapolda Babel, Selasa (20/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Rinto (40) ( Motoris ), Resad  (31) ( Abk ), dan Mat Diah (26) ( Abk ), pengangkut 13 bok baby lobster hanya bisa pasrah ketika digiring ke ruang konfrersi pers Mapolda Babel, Selasa (20/7/2021).

Tiga saudara kandung ini hanya bisa tertunduk saat dihadapkan ke publik. Apalagi saat ini status ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Terkuaknya hubungan ketiganya bermula saat Direktur Polairud Polda Babel Kombes Pol Zainul didampingi Wadir Ditpolairud AKBP Nasution menanyakan identitas ketiganya sebelum konferensi pers dimulai.

Mat Diah (26) salah satu ABK tiba -tiba nyeletuk jika mereka kakak beradik kandung dan sama- sama berasal dari Sungsang.

"Asal kalian dari mana," tanya Nasution

"Sama pak dari Sungsang semua,  kami bertiga keluarga kandung," cetus Mat Diah menjawab pertanyaan AKBP Nasution.

Mat Diah, mengaku mereka hanya menjalankan perintah untuk mengantarkan benih baby lobster tersebut dari seseorang yang menurutnya tidak mereka kenal.

Ketiganya pun tidak tahu menahu jika belasan bok baby lobster yang mereka bawa tidak tidak memiliki perizinan.

"Kami dak tau bang kalu itu bermasalah, karena kami hanya diminta mengantar bok- bok itu ke sebuah kapal,"  kata Mat Diah.

Namun, Mat Diah lagi lagi bungkam ketika ditanya siapa yang menyuruh mereka mengantar belasan boks baby lobster tersebut. Termasuk soal upah yang ketiganya terima.

"Kalau yang nyuruh tidak tahu pak, upahnya juga belum tahu karena dikasih buat operasional BBM saja,  setelah selesai baru dibayar," pungkasnya.

Semetara Kapolda Kepulauan Bangka Belitung,  Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menyebut ketiganya sangkakan melanggar Pasal 92 Jo. Pasal 26 Undang - Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang — undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan Undang — Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja Pasal 92 Jo. Pasal 26.

"Setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan penasaran ikan yang tidak memiliki SIUP " pungkasnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved