Breaking News:

HUT Ke-21 IAD, Kajari Bangka Barat Ingin Peran Maksimal di Bidang Pendidikan Hingga Kemanusiaan

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Bangka Barat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IAD ke-21 Tahun 2021, secara virtual.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi
Ist/Kejari Bangka Barat
IAD Bangka Barat mengikuti upacara peringatan HUT IAD ke-XXI Tahun 2021, di Aula Kejari Bangka Barat, Rabu (21/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Bangka Barat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IAD ke-21 Tahun 2021, secara virtual bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Upacara tersebut juga diikuti oleh seluruh pengurus anggota IAD seluruh Indonesia, hingga dilanjutkan dengan acara syukuran HUT IAD dengan melaksanakan pemotongan tumpeng.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat, Helena Octavianne mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

"Pelaksanaannya tahun ini agak sedikit berbeda mengingat dalam situasi meningkatnya lonjakan kasus positif Covid-19, sehingga saat beberapa wilayah di Indonesia sedang diberlakukan PPKM terutama di wilayah Provinsi Jawa dan Bali. Dampak pandemi Covid-19 saat ini, harus dilaksanakan secara sederhana dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujar Helena Octavianne, Rabu (21/07/2021).

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini diketahui dibentuk sejak tahun 2000, berdasarkan Keputusan Rapat Kerja Nasional Garis Konsultasi Istri Pegawai Kejaksaan Agung dengan Istri Kepala Kejaksaan Tinggi Se-Indonesia Nomor 06/GK/Kejagung/VI/2000, tanggal 14 Juni 2000 tentang Adhyaksa Dharmakarini.

Keberadaan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini telah dikukuhkan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia tanggal 28 November 2007 Nomor: KEP-124/A/JA/11/2007 tentang Pengukuhan Organisasi Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Republik Indonesia.

"IAD adalah suatu ikatan istri pegawai Kejaksaan, pegawai perempuan Kejaksaan, istri pensiunan pegawai Kejaksaan, pensiunan pegawai perempuan Kejaksaan, dan janda pegawai Kejaksaan, yang mandiri, non politik dan tidak terkait dengan organisasi politik manapun yang mempunyai maksud dan tujuan di bidang kemanusiaan, sosial budaya, ekonomi dan pendidikan," jelasnya.

Lebih lanjut Helena Octavianne mengatakan IAD mampu melaksanakan tugas pengabdian dan pelayanannya, terhadap masyarakat Indonesia khususnya keluarga Kejaksaan.

"Kajari Bangka Barat selaku pengawas IAD Bangka Barat berharap agar IAD sebagai organisasi istri dan pegawai kejaksaan, selain dapat membantu dan mendukung suami dalam bertugas dan berkarya sebagai abdi negara," ucapnya.

"Tugas ibu-ibu sungguh berat, karena dipundak ibu-ibu dituntut harapan, untuk mampu menciptakan keseimbangan. Baik sebagai ibu rumah tangga yang mendampingi suami dan mendidik putra-putrinya, maupun sebagai istri Pegawai Negeri anggota Adhyaksa Dharmakarini sesuai dengan pepatah
Behind The Great Man There’s A Great Woman, dibelakang pria yang hebat selalu ada wanita hebat di belakangnya," tuturnya. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved