Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kebutuhan Tabung Oksigen Meningkatkan, Direktur RSUD Sejiran Setason Pastikan Stok Aman

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai hingga kini membuat kebutuhan terkait tabung oksigen mengalami peningkatan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Relawan memeriksa tabung oksigen beserta regulator dan nasal canul sebelum dipinjamkan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19, di Jakarta, Senin (5/7/2021). Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen Untuk Indonesia meminjamkan tabung oksigen beserta kelengkapannya secara gratis kepada masyarakat di Jakarta, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tanggerang, Tanggerang Selatan, dan Kota Bekasi maksimal selama tujuh hari. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai hingga kini membuat kebutuhan terkait tabung oksigen mengalami peningkatan khususnya di RSUD Sejiran Setason.

Hal ini diungkapkan Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Dr Rudi Faizul, terkait pasien yang membutuhkan bantuan oksigen dalam penanganan medis.

"Jadi dari bulan Juni sampai Juli ini ada kenaikan, kunjungan rujukan terutama dari UHC (Universal Health Coverage) dan kunjungan dari pasien-pasien yang positif Covid-19," ujar Dr Rudi, Rabu (21/07/2021).

Selain itu dampak pandemi Covid-19 pun membuat penggunaan untuk tabung oksigen, terus mengalami kenaikan hingga berkisar dua kali lipat.

"Jadi di ruang isolasi penggunaannya agak banyak tadinya di bawah bulan juni itu sekitar 15-20 tabung perhari, sekarang meningkat 31-35 tabung perhari itu secara keseluruhan," ucapnya.

"Untuk Covid-19 sekitar 15-18 tabung perhari, jadi lumayan karena banyak pasien yang membutuhkan oksigen," tambahnya.

Kebutuhan tabung oksigen yang kian terus meningkat, Dr Rudi Faizul memastikan untuk stok tabung oksigen di RSUD Sejiran Setason tidak akan mengalami kekurangan.

"Alhamdulillah masih memadai, tidak ada kekurangan stok di Kabupaten Bangka Barat ya. Kalau kita gak beli langsung banyak tapi per dua hari datang, jadi 40-50 tabung datang lalu habis datang lagi seperti itu. Kita memang diingetin oleh pusat, dimintai datanya dari Jakarta juga online," tuturnya.

Sementara itu untuk penggunaan tabung gas oksigen, Dr Rudi Faizul mengatakan untuk pasien Covid-19 yang memiliki riwayat penyakit (Komorbid) merupakan pasien yang kerap mendapatkan bantuan oksigen tambahan.

"Pasien-pasien lansia banyak yang menggunakan tabung oksigen, karena banyak gangguan paru-paru agak banyak. Lalu juga ada istilah komorbid dan beberapa aspek lain untuk pasien hingga harus mendapatkan bantuan oksigen terutaka pada pasien Covid-19," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved