Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kenapa Komorbid Diabetes Melitus Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Covid-19 di Pangkalpinang?

Pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Mahasiswa UMN
Ilustrasi Diabetes Melitus 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan. Bahkan komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien Covid-19 di Pangkalpinang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Diabetes Melitus jadi penyebab terbanyak kematian covid-19 yakni sebanyak 36 kasus dari total 104 kasus konfirmasi meninggal dunia hingga hari ini, Rabu (21/7).

Lalu terbanyak kedua komorbid Hipertensi sebanyak 25 kasus,ketiga komorbid jantung 20 kasus, kemudian Ginjal 13 kasus, Leukimia satu orang dan Hidrosepalus satu orang.

Tak hanya itu, masih berdasarkan data yang sama rentang usia kasus meninggal pada usia 50 tahun ke atas, hanya ada dua kasus meninggal pada anak-anak.

Adapun rincian usia kasus konfirmasi meninggal dunia, 10-20 tahun dua orang, 21-30 tahun satu orang, 31-40 tahun sembilan orang, 41-50 tahun 16 orang, 51-60 tahun 25 orang, 61-70 tahun 32 orang, 71-80 tahun 14 orang, 81-90 tahun lima orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyebut, hingga hari ini Rabu (21/7) memang sudah 104 kasus konfirmasi meninggal dunia di Kota Pangkalpinang dengan data yang terus berjalan.

Diakui Hakim, berdasarkan data hampir 90 persen kasus konfirmasi meninggal dunia memiliki komorbid atau penyakit bawaan, dan rentang usia paling banyak 50 tahun ke atas.

Kata Hakim, penyakit seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Ginjal disebut sebagai penyakit lingkaran yang saling berkaitan dan membahayakan.

"Kalau ada orang terkena Diabetes Melitus tidak diobati dengan baik itu tentu saja akan merusak pembuluh darah, dan pembuluh darah tentu saja akan jadi Hipertensi. Kalau Hipertensi tidak diobati akan menjalar ke jantung, jantungnya jadi berat pekerjaannya pompa jantung ke ginjal berkurang sehingga jadi chronic kidney disease (CKD) atau gagal ginjal begitu terus perputarannya," jelas Hakim kepada
Bangkapos.com, Rabu (21/7/2021).

Hakim mengatakan, berdasarkan jurnal Diabetes Melitus itu menurunkan imunitas hampir separuh dari imunitas yang dimiliki seseorang.

"Sehingga dia gampang terpapar, dulu sebelum ada covid-19 yang namanya sakit  TBC dari kuman, nah kalau virus ini dia lebih mematikan jadi pengidapnya mudah terkena virus covid-19," sebutnya.

"Lalu meninggalnya karena apa menurut saya dua-duanya, karena dia punya penurun imunitas terinfeksi covid-19, sehingga covidnya itu memperburuk sakit yang sudah dia miliki," lanjut Hakim.

Hakim menuturkan, covid-19 itu mempercepat penggumpalan darah, sehingga pada keadaan pengidap diabetes melitus, hipertensi, dan jantung akan semakin memperburuk.

"Tapi kalau penderita covid-19 tidak memiliki komorbid akan semakin mudah, mereka bisa survive makanya banyak yang sembuh. Contoh seperti kasus meninggal anak dua orang dan mereka mempunyai komorbid Leukimia dan Hidrosepalus tentu imunitasnya sudah menurun  jadi meninggalnya karena dua-duanya," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved