Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sriwijaya Air Group Beri Kebijakan Reschedule Tiket, Penumpang Wajib Tunjukkan PCR dan Kartu Vaksin

Selain PCR dan Vaksin, penumpang wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi pekerja yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat.

Penulis: Widodo | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Widodo
Suasana di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Rabu (21/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Menteri Perhubungan yang mengatur tentang mobilitas masyarakat memberikan peraturan baru dengan Surat Edaran (SE) libur Idul Adha 1442 H peridode 19 Juli - 25 Juli 2021 mendatang.

Surat Edaran tersebut menjelaskan penumpamg yang akan berangkat adalah penumpang yang bekerja di sektor kritikan dan esensial. Penumpang wajib menunjukkan PCR dan sertifikasi vaksin dari dan ke luar Jawa dan Bali.

Selain PCR dan Vaksin, penumpang wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi pekerja yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat.

Kemudian bagi penumpang keperluan mendesak wajib menunjukkan surat keterangan rujukan rumah sakit, pengantar dari perangkat daerah.

Baca juga: Kenapa Komorbid Diabetes Melitus Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Covid-19 di Pangkalpinang?

Selain untuk tujuan pulau Jawa dan Bali, kalau dari Pangkalpinang tujuan Palembang dan Belitung tetap menggunakan tes negatif antigen dan surat tanda registrasi pekerja bagi pekerja sektor esensial dan kritikal. 

Sriwijaya Sekali Penerbangan, Nam Air 2 Kali Selama Periode 19-25 Juli di Tanggal yang Ditentukan

"Selama periode 19-25 Juli 2021 rute penerbangan ke Palembang dan Tanjung Pandan kami hanya di tanggal 22 dan 24 Juli untuk Nam Air. Sedangkan tujuan ke Jakarta kami hanya terbang di tanggal 23 Juli dengan Nam Air juga," kata Distrik Manager Sriwijaya Air Group Pangkalpinang, Kian Se Rabu, (21/7/2021).

"Jadi di dua hari ini mulai tanggal 19 Juli kemarin pembatalan penerbangan karena dengan ketatnya penerbangan ini sesuai dengan SE nomor 53 itu jadi kami cancel dan terbang di tanggal 22, 24 Juli tujuan Palembang dan Jakarta dan tanggal 23 Juli," lanjutnya.

Dia menjelaskan, okupansi di tanggal 22 ini tidak seberapa jumlah penumpang yang berangkat dan hanya 50 persen dari kapasitas untuk tujuan Tanjung Pandan dan Palembang.

"Sedangkan tujuan Jakarta di tanggal 23 Juli, kami pantau masih sangat rendah yang masih berkisar 10-15 persen," sebutnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved