Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

51 ODGJ di Pangkalpinang Disuntik Vaksin, Hakim Pastikan Sudah Mendapatkan Vaksinasi Pertama  

Program Vaksinasi Covid-19 Nasional yang digagas pemerintah, secara perlahan terus berjalan, begitu juga di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
istimewa
Para pengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilakukan penyuntikan vaksinasi di Puskesmas. (Ist/dr Della) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program Vaksinasi Covid-19 Nasional yang digagas pemerintah, secara perlahan terus berjalan, begitu juga di Kota Pangkalpinang.

Satu per satu kelompok masyarakat mulai mendapatkan suntikan vaksin demi menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 dan mengalami gejala yang parah.

Kini para pengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun mendapat giliran penyuntikan vaksin di kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut, total sasaran ODGJ di Pangkalpinang sebanyak 190 orang dan sudah dilakukan penyuntikan dosis pertama sebanyak 51 orang.

Kelompok masyarakat yang satu ini masuk dalam sasaran Vaksinasi Nasional dikarenakan masuk dalam kelompok masyarakat yang rentan.

Program vaksinasi itu dilakukan sebab dikhawatirkan ODGJ menjadi pembawa Covid-19 di masyarakat.

"Karena ditakutkan orang dengan gangguan jiwa itu menjadi pembawa dia (ODGJ -red) kemana-mana, keliling-keliling lalu bertemu masyarakat. Beberapa bulan lalu sudah kita lakukan vaksinasi tapi sementara kita panding dulu karena stok vaksin kita terbatas, untuk sementara sudah 51 orang yang sudah kita vaksin," ujar Hakim kepada Bangkapos.com, Kamis (22/7/2021).

Hakim juga mengatakan, vaksinasi untuk ODGJ di Pangkalpinang langsung diserahkan ke Puskesmas wilayah masing-masing.

"Kan Puskesmas punya pengelola ODGJ berkoordinasi dengan pengelola vaksin di Puskesmas, jadi Puskesmas langsung yang menangkap dan melaukan penyuntikan karena wilayah mereka yang memiliki data," tegasnya.

Sementara itu, ODGJ pada umumnya memiliki penyakit bawaan atau komorbid yang cukup banyak, namun mereka tidak bisa mengungkapkannya secara terbuka apa yang mereka rasakan.

"Oleh karena itu, saya rasa bagus bisa mulai memberikan prioritas kepada orang yang dengan gangguan jiwa, nanti kalau sudah ada stok kita prioritaskan lagi," jelasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved