Jumat, 17 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Anthony Ginting dari Indonesia tentang Persahabatan yang Mendorongnya ke Puncak

 Atlet bulu tangkis itu bertekad untuk meraih penghargaan tertinggi di awal karirnya saat ia bersiap untuk debutnya di Olimpiade di Tokyo

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
badmintonindonesia.org
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting atau Anthony Ginting 

BANGKAPOS.COM -- Atlet bulu tangkis itu bertekad untuk meraih penghargaan tertinggi di awal karirnya saat ia bersiap untuk debutnya di Olimpiade di Tokyo

Laman resmi olympics.com, mengupas habis kekuatan tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dalam artikel berjudul "Indonesia's Anthony Ginting on the friendship pushing him to the top,".

Pada artikel itu, sebagai pemain bulu tangkis muda, pebulu tangkis Indonesia meraih perunggu di Youth Olympic Games 2014 di Nanjing dan terus mengumpulkan medali sepanjang karir seniornya.

Anthony Sinisuka Ginting tidak asing dengan kemenangan.

Sekarang Ginting mengincar hadiah utama ketika dia melakukan debut Olimpiade di Tokyo, dan berbagi keinginannya secara eksklusif dengan Olympic Channel.

"Saya pikir jika saya berhasil memenangkan medali Olimpiade, terutama emas, pasti akan sangat berarti." - Anthony Sinisuka Ginting ke Olympic Channel

Dia telah mengumpulkan empat gelar sejak musim rookie di sirkuit tur dunia pada tahun 2015, dua di antaranya diperoleh dengan mengalahkan juara dunia dua kali Momota Kento di final.

Pemain berusia 24 tahun ini tidak ingin usianya menjadi penghalang untuk sukses, karena ia berusaha untuk mencapai kesuksesan di awal karirnya.

"Saya tidak ingin menunggu sampai saya jauh lebih tua untuk menjadi sukses. Saya ingin sukses sekarang." -Anthony Sinisuka Ginting.

Bulu tangkis bergabung dengan karangan bunga Olimpiade pada tahun 1992 dan Alan Budikusuma dari Indonesia meraih medali emas tunggal putra perdana.

Bahkan, tiga dari empat pemain yang naik podium adalah orang Indonesia dengan Ardy Wiranata meraih perak dan Hermanwan Susanto perunggu bersama Thomas Steur-Lauridsen dari Denmark. Saat itu kedua semifinalis yang kalah dianugerahi medali.

Pada tahun 2000, Hendrawan kehilangan posisi teratas setelah kalah dari Ji Xinpeng dari China tetapi empat tahun kemudian di Athena, Taufik Hidayat menyelesaikan tugasnya dan muncul sebagai juara Olimpiade.

Namun sejak itu, negara Asia Tenggara itu belum pernah meraih medali warna apapun di kategori tunggal putra.

Negara berharap Ginting, bersama sahabatnya Jonatan Christie, bisa mengubah itu. Kedua anak muda ini terus naik peringkat dunia dan akan menjadi penantang medali ketika mereka melakukan debut Olimpiade di Tokyo.

"Jonathan dan saya, kami berdua mengejar tujuan yang sama. Kami ingin menjadi pemain top." -Anthony Sinisuka Ginting

Persaingan persahabatan mereka bisa menjadi kunci yang membuka kesuksesan Indonesia lebih lanjut di Olimpiade, saling mendorong maju untuk membantu keduanya mencapai tujuan tinggi mereka. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved