Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Banyak Orang Menikah Usai Lebaran, Mikron: Resepsi  di Zona Merah Harus Ditunda 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),  H Tumiran Ganefo mengatakan, usai Hari Iduladha, biasan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Ilustrasi pernikahan 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),  H Tumiran Ganefo mengatakan, usai Hari Iduladha, biasanya, terjadi peningkatan jumlah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

Namun, untuk data jumlah calon pengantin yang mendaftarkan diri, akad nikah pada akhir Bulan Juli 2021 belum direkap, akan dikeluarkan data pada Bulan Agustus 2021 nanti.

"Biasanya kalau masyarakat Bangka ada istilah bulan apit, biasanya dipercayai bulan kurang baik untuk menikah, itu biasanya sebelum lebaran haji. Biasanya karena setelah lebaran haji, jadi banyak resepsi pernikahan," kata Tumiran saat ditemui Bangkapos.com, Kamis (22/7/2021).

Sehingga, dikarenakan ada peningkatan tersebut, Kemenag Bangka Belitung berharap Satgas Covid-19 untuk lebih giat melakukan pengawasan dengan intensif.

"Kalau untuk akad di kantor urusan agama (KUA), saya rasa masih terkendali dari segi kerumunan, pola menyadarkan petugas KUA masih mudah," kata Tumiran.

Namun, kalau resepsi pernikahan di rumah-rumah, dirinya menghimbau agar prosedur 5 M harus dipatuhi.

"Kalau pandangan dari tim Covid-19, memasuki zona merah maka akan ada tata cara pelaksanaan tertentu. Selama ini, kami koordinasi dengan tim Covid-19, pertama tentu harus dibatasi, kalau di gedung hanya terisi 50 persen saja. Namun yang di rumah ini harus dikelola dengan baik,"kata Tumiran

Ditambahkannya, masyarakat yang akan melaksanakan resepsi pernikahan wajib melaporkan jumlah tamu undangan dan pembagian waktu tamu undangan datang agar tidak ada kerumunan.

Dihubungi terpisah, Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa menegaskan resepsi pernikahan di zona merah harus ditunda dulu.

"Kalau ada rukun tetangga (RT) atau desa yang zona merah, jelas itu ditunda dulu untuk sosial budaya, seperti resepsi pernikahan. Hal ini sesuai dengan surat edaran Kemendagri No 23 Tahun 2021," kata Mikron saat dikonfirmasi bangkapos.com.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved