Breaking News:

Berita Sungailiat

Dinkes Bangka Monitoring Sistem Rujukan Terintegrasi, Mulkan Tak Ingin Pasien Rujukan Ditolak Faskes

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melangsungkan pertemuan monitoring dan evaluasi sistem rujukan terintegrasi bagi petugas kesehatan.

Penulis: Magang2 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
Dinas Kesehatan kabupaten Bangka menggelar kegiatan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Sistem Rujukan Terintegrasi, Kamis (22/17/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melangsungkan pertemuan monitoring dan evaluasi sistem rujukan terintegrasi bagi petugas kesehatan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi sistem rujukan terintegrasi bagi petugas kesehatan dilaksanakan di ruang OR Bangka Setara, Kantor Bupati Bangka, Kamis (22/7/2021) pagi.

Sasaran ataupun peserta dari kegiatan tersebut adalah tenaga kesehatan ataupun petugas pelayanan yang berada di fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Bangka.

Turut hadir juga Bupati Bangka Mulkan, Wakil Bupati Bangka Syahbudin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti.

Kadinkes Bangka, dr. Then Suyanti menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk melakukan peninjauan atau monitoring dan evaluasi terkait sistem rujukan terintegrasi yang sudah berlangsung dari 2017 tersebut.

Sebelumnya diketahui bahwa pemerintah Kabupaten Bangka, menggunakan sistem rujukan terintegrasi melalui lama https://sisrute.kemenkes.go.id.

Sejauh ini kendala-kendala yang dihadapi terkait sistem rujukan terintegrasi ini berkaitan dengan koneksi internet dan keterlambatan respon.

"Makanya adanya kegiatan ini supaya kendala-kendala tersebut dapat kita benahi," ucap Then.

Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari sistem rujukan terintegrasi ini adalah untuk menghindari penolakan yang dilakukan oleh pihak fasilitas kesehatan kepada pasien rujukan.

"Jadi sebelum pasien dikirim ke suatu fasilitas kesehatan, data rujukannya sudah mempunyai datanya, sehingga tidak ada lagi yang namanya penolakan pasien," tutur Mulkan.

Dengan demikian, data tentang penyakit dan diagnosa dari pasien dipelajari terlebih dahulu oleh fasilitas kesehatan yang ditunggu, sehingga fasilitas kesehatan tersebut dapat mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal sebelum pasien tiba.

"Kedepannya jangan sampai ada lagi kabar tentang rumah sakit yang menolak pasien," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved