Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Enam Wilayah di Babel Masuk Zona Merah, Satgas Covid-19 Ingatkan Pelaksanaan PTM di Sekolah  

Sebanyak enam kabupaten/kota, kecuali Belitung Timur (Beltim) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) telah masuk pada zona merah. Seiring kondisi ini

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sebanyak enam kabupaten/kota, kecuali Belitung Timur (Beltim) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masuk pada zona merah. Seiring kondisi ini, menjadi kewaspadaan sendiri bagi pemerintah daerah dalm menekan penyebaran Kasus Covid-19.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, dengan hampir semua daerah masuk zona merah, diharapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilakukan sesuai kebijakan masing daerah berdasarkan peta zonasi per kelurahan hingga desa termasuk RT/RW.

"Kebijakan pembelajaran tatap muka ditentukan berdasarkan masing-masing daerah. Ambil contoh di Bangka Barat memiliki ketentuan misalnya sekolah harus menyiapkan Satgas Covidnya. Ada prokes di sekolah itu, kemudian anak masuk sekolah dengan hasil test negatif, dan mendapat persetujuan orang tua, Satgas masing-masing daerah," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Kamis (22/7/2021).

Mikron menjelaskan kabupaten/kota memiliki cara tersendiri mengantisipasi penyebaran Covid-19, berdasarkan kebijakan pemerintah daerah.

"Karena daerah yang mengetahui kondisi daerah masing mana zona-zona di RT/RW, Kelurahan. Karena pada prinsipnya memang secara umum, daerah ada masuk zona merah tetapi mereka harus mempersiapkan segala hal bila ingin tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka," tegasnya.

Mikron menegaskan, apabila kabupaten/kota sudah mempersiapkan PTM dengan persyaratan yang sudah disampaikan oleh Satgas Covid-19 di masing daerah.

"Tidak melarang masing-masing kabupaten/kota memiliki Satgas Covid-19 mereka bisa mengevaluasi masing masing daerahnya,"katanya.

Mikron juga mengatakan dengan kondisi saat ini, peningkatan mobilitas harus lebih dikurangi untuk menekan kasus Covid-19.

"Salah satunya caranya dengan pengendalian pencegahan, kurangi mobilitas penduduk terutama di keramaian dan menjaga jarak, kemudian penggunaan masker harus terus didengungkan," kata Mikron. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved