Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Kejari Bangka Tengah Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Bateng

Baharuddin menyebutkan, sejak 15 Juli 2021 lalu, pihaknya telah meningkatkan status penyelidikan dugaan korupsi ke tahapan penyidikan.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala Kejari Bangka Tengah saat menggelar konfrensi pers di Aula kantor Kejari Bangka Tengah, Kamis (22/7/2021). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah sedang melakukan penyelidikan tindakan pidana khsusus terhadap dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Daerah Bangka Tengah di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Tengah periode tahun 2017 sampai 2019.

Kepala Kejari Kabupaten Bangka Tengah, Baharuddin menyebutkan, sejak 15 Juli 2021 lalu, pihaknya telah meningkatkan status penyelidikan dugaan korupsi ke tahapan penyidikan.

"Jadi sejak 15 juli atau dua minggu lalu, kami telah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan terhadap dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Daerah (Pemda) kepada KONI Kabupaten Bangka Tengah periode tahun 2017 - 2019," kata Kepala Kejari Bangka Tengah, Baharuddin saat melakukan konfrensi Pers, Kamis (22/07/2021).

Namun demikian, saat ini pihaknya masih belum menyebutkan dugaan nilai kerugian negara yang di timbulkan atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Penyelidikan dan penyidikan ini untuk menemukan peristiwa dan menentukan pelakunya. Terkait kerugian negara saat ini lagi di hitung, nanti saja kalau sudah ada hasil dari BPKP baru ada data pastinya. Untuk tersangka juga sudah ada, namun belum bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini," ujarnya.

Selain itu, hingga Juli 2021 ini Kejari Kabupaten Bangka Tengah sudah menangani sebanyak lima kasus perkara dugaan korupsi. Di mana dari empat kasus diantaranya merupakan limpahan yang lokasinya di Kabupaten Bangka Tengah.

"Lima kasus tersebut adalah dugaan korupsi KONI Kabupaten Bangka Tengah, dua kasus dana BUMDes dan kasus terkait perbankan. Selain itu kami juga menangani tindak pidana khusus, hingga Juli 2021 kami menangani sebanyak 70 kasus tindak pidana umum," kata Baharudin.

Ia menuturkan, ada beberapa kinerja lainnya yang telah dilakukan pihaknya di bidang pembinanaan ataupun pengelolahan barang bukti dan rampasan, di antaranya pemusnahan narkotika, peluru aktif, hasil-hasil tambang ilegal, baik berupa mesin ataupu  peralatan produksi tambang ilegal.

Terkait dugaan korupsi dana hibah, Ketua umum KONI Bangka Tengah periode tahun 2020- 2024 Yasir mengungkapkan bahwa secara administrasi dirinya mengetahui adanya temuan korupsi dana hibah tersebut.

"Secara administrasi saya sudah tahu adanya temuan ini. Karena saya ketua sekarang, untuk hal-hal yang berhubungan anggaran, baik yang lama secara administrasi diketahui, dan saya ketahui juga dari temuan dari BPK. Dalam arti  bukan mengetahui proses korupsinya, tapi mengetahui ada temuan" ungkap Yasir.

Sebagai ketua Koni periode 2020 -2024 Ia menuturkan, untuk saat ini dirinya belum sama sekali diminta keterangan oleh pihak kejaksaan.

Namun untuk kepengurusan di periode tahun yang bersangkutan 2017 dan 2019 memang sudah diminta keterangan.

"Kemarin memang ada yang dipanggil, tapi yang memang masa kepengurusan di tahun tersebut (2019 -red). Terkait hal ini kami selaku ketua Koni periode 2020-2024 tentunya ikuti sesuai prosedur pemeriksaan," ujarnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved