Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Kormobid Diabetes Dominasi Penyebab Kematian Pasien Covid-19, Lansia Diatas 50 Tahun Juga Rentan

Kasus positif Covid-19 di Bangka Belitung hingga, Rabu (21/7) sudah menembus 27.621 kasus. Tercatat, 502 kasus di antaranya meninggal dunia.

Penulis: tidakada002 | Editor: Agus Nuryadhyn
IST/Satgas Covid-19 Babel
Petugas pengubur jenazah menguburkan jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 dan hari ini tercatat rekor baru kasus harian meninggal dunia akibat Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung bertambah 17 orang pada, Selasa (20/7/2021). 

"Sehingga dia gampang terpapar, dulu sebelum ada Covid-19 yang namanya sakit TBC dari kuman. Kalau virus ini dia lebih mematikan jadi pengidapnya mudah terkena virus Covid-19," sebutnya.

Lanjut Hakim mengenai penyebab meninggalnya pasien karena kedua-duanya, yaitu karena menurunnya imunitas terinfeksi Covid-19, sehingga covid memperburuk sakit yang sudah dimiliki pasien.

Hakim menuturkan, Covid-19 itu mempercepat penggumpalan darah, sehingga pada keadaan pengidap diabetes melitus, hipertensi, dan jantung akan semakin memperburuk.

"Kalau penderita Covid-19 tidak memiliki komorbid akan semakin mudah, mereka bisa survive makanya banyak yang sembuh. Contoh seperti kasus meninggalnya dua orang anak, mereka mempunyai komorbid leukimia dan hidrosepalus tentu imunitasnya sudah menurun jadi meninggalnya karena dua-duanya," timpal Hakim.

Perempuan Tertinggi

Sama halnya dengan Kota Pangkalpinang, diabetes melitus dan hipertensi berdasarkan catatan sementara menjadi penyakit penyerta atau komorbid tertinggi pasien infeksi virus corona yang meninggal dunia di Kabupaten Bangka Tengah

Hingga, Selasa (20/7) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah mencatat total pasien covid-19 yang meninggal sudah mencapai 53 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun mengatakan rata-rata pasien Covid-19 yang meninggal merupakan pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta.

"Angka pasien Covid-19 meninggal saat ini semakin tinggi dan rata-rata yang meninggal memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes dan hipertensi," kata Zaitun kepada Bangka Pos, Rabu (21/7).

Ditambahkannya dari data tercatat perempuan merupakan pasien yang lebih banyak meninggal karena positif Covid-19.

"Berdasarkan data, laki-laki merupakan pasien yang paling banyak terkonfirmasi positif, namun untuk kasus yang meninggal lebih banyak perempuan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan masyarakat usia lanjut yang terinfeksi covid menjadi pasien terbanyak yang meninggal dunia.
“Rentang usia yang meninggal rata-rata 55 tahun sampai 69 tahun sebanyak 30 orang, usia 45 tahun sebanyak 11 orang, kurang dari 70 tahun 8 orang, dan usia 20 tahun hingga 44 tahun sebanyak 7 orang," ungkap Zaitun.

Kata Zaitun, untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 pihaknya telah menyediakan rumah karantina tambahan dan ruang isolasi di rumah sakit.

"Saat ini kasus positif terus bertambah dan kondisi rumah karantina dan isolasi sudah penuh, namun kami sudah antisipasi dengan menambah 6 rumah karantina, dan 15 tempat tidur yang Insya Allah minggu ini siap untuk digunakan," ujar Zaitun.

Halaman
1234
Sumber: Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved